OPINI/Artikel

Akhiri Penjajahan Palestina Solusi Islam

adminsigiku.com
×

Akhiri Penjajahan Palestina Solusi Islam

Sebarkan artikel ini

Oleh : Siti Saadah (Ibu Rumah Tangga)

Israel terus melancarkan serangan di Gaza, Palestina, meskipun telah mengirimkan delegasi untuk melanjutkan negosiasi terkait kesepakatan gencatan senjata di Qatar. Kementrian kesehatan Gaza menyebutkan 100 orang tewas di Gaza dalam 24 jam terakhir akibat serangan Israil.

Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), selasa (24/12/2024), setiap jam, satu anak tewas di jalur Gaza akibat serangan brutal Israel. Ini bukan sekedar angka, ini adalah banyak nyawa yang terputus, ungkap UNRWA dalam sebuah pernyataan, dilansir Antara, Rabu (25/12/2024).

Setidaknya 14.500 anak Palestina telah meninggal dunia dalam serangan Israel yang terus berlanjut di jalur Gaza sejak 2023. Banyak anak-anak Palestina yang menjadi korban meninggal akibat dari serangan, kalau pun selamat mereka mendapatkan luka-luka baik secara fisik maupun emosional.

Israel terus melancarkan serangan dan genosida di jalur Gaza sejak Hamas pada 7 Oktober tahun lalu melakukan perlawanan. Padahal, Dewan Keamanan PBB telah menyerukan gencatan senjata.

Melihat sejarah kehadiran Yahudi dan berdirinya negara Zionis di Palestina, bisa dipastikan bahwa solusi ini sejatinya merupakan solusi palsu yang terus ditawarkan Barat, terutama Amerika sebagai pemegang kepemimpinan global. Tujuan adalah untuk memperpanjang penjajahan, sekaligus agar instabilitas kawasan terus berlanjut hingga bisa membantu Barat (AS) untuk mendikte dan menekan negara-negara Arab melalui isu perbatasan.

Kaum muslim semestinya memahami hakikat persoalan Palestina dengan kacamata Islam. Dalam pandangan syariat, perampasan tanah gak milik umat, meskipun hanya sejengkal, tidak bisa dibiarkan. Terlebih status tanah Palestina adalah tanah wakaf yang pemiliknya adalah umat Islam dunia. Terutama sejak perjanjian Umariyah ditetapkan hingga akhir zaman. Merebutnya kembali dari penjajahan merupakan perjuangan yang disyaratkan.

Masalahnya, kita tidak bisa berharap umat islam Palestina akan mampu melawan penjajahan sendirian. Kita juga tidak bisa berharap para pemimpin Arab dan dunia, bahkan lembaga-lembaga international mau dan mampu menekan Zionis dan mengusir mereka dari kawasan.

Para pemimpin Arab, atas arahan Amerika, justru satu per satu menormalisasi hubungan dengan entitas Zionis dibalik nama Perjanjia Damai Abraham Accord. Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko sudah memilih bergandengan tangan dengan Zionis. Mereka benar-benar rela melumuri tangan mereka dengan darah umat Islam hanya demi sokongan kekuasaan.

Satu-satunya cara untuk menghadapi mereka adalah dengan mengonsolidasi para pemilik kekuatan militer di negeri-negeri Islam dan menyerukan jihad global.

Seruan ini memang tampak mustahil muncul dari para pemimpin Islam yang hidup dalam sistem sekuler hari ini. Mereka terlalu sibuk dengan agenda melanggengkan kekuasaan dan perburuan berbagai proyek bancakan demi mengumpulkan materi. Mereka tidak bisa diandalkan untuk menjadi penolong muslim Palestina dan semua korban kezoliman.

Satu-satunya harapan adalah pada kepemimpinan seorang Khalifah dengan sistem yang digunakan adalah sistem Islam yang akan menyatukan seluruh umat Islam dunia dengan landasan akidah Islam.

Kehadiran Khalifah tentulah sangat ditakuti Amerika dan sekutu-sekutunya. Mereka terus berupaya mencegah kemunculannya dengan melancarkan berbagai proyek, mulai perang global melawan teror, hingga proyek penyesatan politik dan budaya di kalangan umat Islam. Termasuk di antaranya proyek-proyek deradikalisasi dan penyebaran paham moderasi Islam.

Khilafah inilah yang kelak akan memimpin pasukan membebaskan Palestina dan mengembalikan tanahnya kepangkuan umat Islam. Bahkan, bukan hanya Palestina. Pasukan Khilafah akan menolong kaum muslim tertindas lainnya, seperti Uighur dan Rohingya, dan mengganti kesedihan mereka, serta mengembalikan kemuliaan mereka dan umat Islam sedunia. Sungguh, masa itu sudah dekat. Wallahu’alam bish-shawwab