Liputan Khusus

Hampir 3 Tahun, Pemkot Tasik Krisis Pegawai ? “ADA SATU KANTOR KELURAHAN HANYA DIHUNI 2 ORANG

adminsigiku.com
×

Hampir 3 Tahun, Pemkot Tasik Krisis Pegawai ? “ADA SATU KANTOR KELURAHAN HANYA DIHUNI 2 ORANG

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,- Pemkot Tasikmalaya sudah hampir 3 tahun ini Krisis pegawai. Beberapa OPD dan kantor baik di tingkat kecamatan dan Kelurahan sudah lama mengalami kekosongan jabatan di hampir setiap eselon.

Dari info yang dihimpun Koran Sinar Pagi, saat ini ada beberapa pejabat yang merangkap jabatan sebagai PLT. Diantaranya 6 pejabat di eselon II dan 4 pejabat di eselon III. Hal ini tentunya akan menghambat kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, apalagi dengan pekerjaan rangkap jabatan atau “nyagegang” tentu dampaknya akan sangat terasa kepada layanan serta keputusan yang harus diambil oleh seorang PLT.

Bahkan uniknya lagi, ada satu kantor kelurahan di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, pegawainya hanya di huni oleh 2 orang, yakni seorang Lurah dan satu orang Kasi ekbang kesra. Sementara jabatan seklur dan yang lainnnya sudah masuk pensiun satu tahun lalu.

“Sudah hampir 1,5 tahun ini, saya dikantor hanya ditemani oleh kasi ekbang dan kesra, sementara yang lainnya sudah pensiun.jadi yang berkantor saat ini hanya dua orang saja., Ucap lurah Tuguraja Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, N.Taufik Muharam S.E,. MM,. saat ditemui Koran Sinar Pagi, Rabu (8/1/20256) dikantornya.

Menurutnya, kondisi seperti ini sudah dialami hampir 1,5 tahun. Apalagi saat Pileg, Pilkada yang baru lalu, Lurah dan kasie tentunya ektra kerja lembur, hanya dibantu beberapa karang taruna dan staf honorer dadakan.

Berbicara masalah pelayanan ke masyarakat tentunya dirasakan jadi kurang maksimal. Menurut Lurah Taufik yang sudah menjabat sebagai Lurah Tuguraja selama 3 tahun itu, mengaku kadang dirinya kerja lembur. Namun jika ada acara rapat atau pertemuan diluar, tentunya tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan tanda tangan Lurah harus menunggu cukup lama.

“Terkadang dalam satu hari ada rapat atau pertemuan diluar hingga beberapa tempat. Dan tentunya di kantor hanya ada pa kasie yang dibantu satu orang staf tenaga lepas. Walaupun pelayanan kepada masyarakat jadi tersendat, namun saya berusaha selalu memberikan pelayan terbaik, walaupun agak terlambat,” ujar Taufik.

Masalah kekosongan pegawai di Kantor Kelurahan Tuguraja, sebetulnya telah disampaikan oleh dirinya saat ada pertemuan para lurah dengan PJ Walikota yang saat itu Dijabat Dr Cheka Virgowansyah disalah satu rumah makan di bilangan Jl Letjen Mashudi, Cibeureum Kota Tasikmalaya tahun 2023 lalu, namun sayangnya hingga saat ini belum ada respon sama sekali.

“Idealnya satu kelurahan itu di huni oleh 7 orang, agar pelayanan kepada publik bisa maksimal. Ini kantor kelurahan hanya dihuni 2 orang sementara kita harus melayani masyarakat Kelurahan Tuguraja yang jumlah KK nya mencapai 24 ribu warga. Tuguraja memang termasuk kelurahan yang padat penduduk,” katanya.

Hal serupa juga dialami oleh Kantor Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Di kelurahan ini hanya dihuni lurah dan Kasipem, sementara seklur dan kasienya ada yang sudah pensiun dan meninggal dunia.

“Saat ini kantor Kelurahan Gunung gede hanya dihuni oleh Lurah, Kasipem dan staf sejak Mei 2023”, ucap Kurniawan,S.Sos,M.Si lurah Gunung gede.

Sementara itu kondisi Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, tidak jauh beda apalagi nanti di bulan Februari 2025 kasie Kesra akan memasuki masa pensiun.

“Bulan Februari 2025, Kasie kesra akan pensiun, jadi hanya menyisakan Lurah dan kasie Tantrib ditambah satu staf,” ungkap Lurah Linggajaya Andri Tatang Sunara,SP,.

Melihat parahnya kondisi pegawai Pemkot Tasikmalaya yang bisa dikatakan krisis pegawai ini, rasanya PJ Walikota Tasikmalaya Drs.Asep Sukmana jangan tinggal diam, harus peka dan menyelamatkan kondisi tersebut dengan sesegera mungkin melakukan rotasi mutasi dihampir semua lini, apalagi kantor Kelurahan yang kesehariannya selalu sibuk dengan urusan pelayanan kepada masyarakat. Karena Kelurahan merupakan ujung tombak dari suatu keberhasilan pembangunan Kota Tasikmalaya Tasikmalaya.

Bahkan bisa saja dari Jumlah 69 Kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya, hampir sebagian penghuni kantor di kelurahan jumlah krisis pegawainya tidak jauh beda, mengingat kekosongan pegawai ini sudah berlangsung cukup lama hampir 3 tahun.

“PJ Walikota yang sekarang harus berani dan tegas mengambil sikap dan kebijakan untuk melakukan rotasi mutasi secepatnya, apalagi ini suatu kebutuhan organisasi yang sudah cukup lama di biarkan dengan janji janji PJ Walikota sebelumnya,” papar Uus Firman,SE, salah satu aktivis pengamat kebijakan publik.

Menurut Uus, PJ Walikota jangan tinggal diam dengan melihat kondisi yang sudah parah seperti ini, jangan dibiarkan berlarut larut Sampai nantinya akan semakin kritis roda pemerintahan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

“Kami berharap PJ Walikota untuk segera mengambil solusi terbaik dalam mengisi kekosongan jabatan jabatan kosong tersebut. Manfaatkan SDM yang sudah ada, bila perlu ASN yang sudah memiliki kapabilitas sesuai Tufoksi Aparatur Sipil Negara menjadi pelayan masyarakat siap tidak siap harus bersedia diterjunkan di beberapa kantor kelurahan,” tegas aktivis berperawakan jangkung ini kepada Koran Sinar pagi, Kamis (9/1/2025) pagi tadi.

Termasuk pejabat yang kosong ditinggalkan jabatannya, karena pensiun, meninggal dunia atau mutasi, ada beberapa pejabat yang merangkap jabatan alias nyagegang di dua tempat. Dan ini tentunya sangat menghambat dan memperlambat kinerja.

“Biasanya ada beberapa pegawai yang sudah lama bertahun tahun di kantor tersebut, dan tentunya hal ini akan menjadi titik jenuh, perlu ada penyegaran agar suasana di kantor tidak monoton. Karena jika ada suasana baru akan muncul suatu gagasan dari pegawai yang di rotasi di tempat barunya nanti,” imbuhnya.

Dan biasanya jika di suatu kantor ada pegawai yang kerjanya sudah lama tidak pindah pindah bertahun tahun, nantinya akan memunculkan sikap ego pegawai. Jangan sampai ada kesan seperti ini, ‘mun euweuh urang mah..’ nah inilah kadang yang terjadi di lapangan seperti dikantor kantor lainnya termasuk ditingkat Kelurahan.

“Karena jujur saja, seorang Lurah itu menginginkan suasana yang kondusif dan normal dilingkungan kerjanya,” pungkas Uus yang juga aktif sebagai Ketua LSM JANUR.