Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Hj Lina Susiani S.Pd, M.Pd, Kepala SDN 019 Pabaki Kota Bandung memiliki kepekaan khusus perihal masa depan para siswanya. Berbagai strategi layanan pendidikan dilaksanakan untuk kebaikan siswanya saat menempuh jejang pendidikan sekolah dasaranya selama 6 tahun.
Hj Lina Susiani S.Pd, M.Pd menyampaikan sebelum mereka menjadi alumni, pihak sekolah memberikan bekal kepemimpinan yang dibutuhkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikannya atau masa depannya. Pihak sekolah bekerjasama dengan menghadirkan narasumber dari akademisi, khusus yang ahli dan berpengalaman dibidangnya.
Selain itu para guru juga berupaya mendidik agar para siswa memiliki karakter yang terbaik. Berlandasan profil pelajar pancasila atau 7 kebiasaan anak Indonesia hebat yang diprogramkan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa & berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis dan kreatif. Serta berkarakter“ 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yaitu terbiasa bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat atau bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan istirahat cukup” jelasnya saat interaktif bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI di ruang kerjanya.
Menurutnya pada momen puncak kegiatan pembelajaran di bulan Ramadan 20 maret tahun ini. Para guru dan siswa berhasil mengumpulkan untuk dibagikan sekitar 350 paket sumbangan bagi mereka yang lebih membutuhkan. Kegiatan berbagi seperti itu merupakan buah dari nilai-nilai ketakwaan setelah menjalani tarbiyah di selama Ramadan.
Sebagai kepala sekolah yang diberi tugas untuk supervisi. Hj Lina Susiani S.Pd, M.Pd masih sempat mengajar langsung para siswanya, jika ada guru yang berhalangan untuk masuk kelas. Serta berupaya mengavaluasi secara rutin tentang program pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru di sekolah.
Hj Lina Susiani S.Pd, M.Pd menceritakan ketika bersama pengawas khusus pendidikan agama islam memonitoring proses pembelajaran. Ada siswa yang mengungkapkan bahwa dirinya ingin bertaubat hari ini, tidak menunda di kemudian hari. Hal itu merupakan indikator keberhasilan deep learning dari metode yang dijalankan oleh gurunya.
Selain itu, Hj Lina Susiani S.Pd, M.Pd juga mengungkapkan ketika melihat anak-anak memakan atau meminum jajanan yang cenderung tidak sehat atau berlebihan mengkonsumsi minuman yang justru akan melemahkan tubuh di masa depannya.
“Saya takut dosa, karena bisa saja sebab makanan atau minuman tersebut saat di sekolah. Mereka nanti pada usia produktifnya, justru terkena penyakit yang melemahkan tubuhnya. Sehingga untuk menghidari hal itu, pihak sekolah bekerjasama dengan Puskesmas untuk mengecek jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Jika ditemukan bahan makanan yang cenderung berbahaya bagi anak ke depannya. Kami akan menyarankan kepada pedagang itu untuk memperbaiki atau melarang menjual jajanan di lingkungan sekolah”ungkapnya kepala sekolah yang sejak remaja sudah menjadi guru bagi anak-anak usia dini di masjid terdekat rumahnya.
Publik Baca Meningkat, Pemkab Banyumas Apresiasi Kinerja Publikasi Koran SINAR PAGI
