OPINI/Artikel

Al-Quds Dibatasi, Umat Islam Harus Terus Memperjuangkannya

adminsigiku.com
×

Al-Quds Dibatasi, Umat Islam Harus Terus Memperjuangkannya

Sebarkan artikel ini

Oleh: Sumiati

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, seharusnya menjadi momen yang menggembirakan bagi semua umat Islam merasakan sebagaimana pada masa Rasulullah saw. Namun,  kaum muslim di Palestina hari ini tidak bisa leluasa melaksanakan ibadah di masjid al Aqsa selama bulan Ramadan karena ada pembatasan oleh tentara zionis. Dilansir dari SindoNews (Selasa, 4/3/2025).

Meskipun Ramadan tahun ini bertepatan dengan gencatan senjata dan tidak ada aksi saling serang. Tapi pemerintah Israel justru membuat aturan tegas terkait akses ibadah di Masjid Al Aqsa.

Pembatasan yang dilakukan pemerintah pendudukan Israel sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya dengan dalih menjaga keselamatan dan keamanan komplek situs suci tersebut. Aturan tersebut juga membatasi jumlah jamaah yang boleh memasuki Masjid Al Aqsa yaitu sekitar 10.000 orang itupun hanya untuk lansia. Meskipun begitu antusiasme warga Palestina tetap tinggi walaupun ada pembatasan, mereka tetap tetap berangkat untuk melakukan shalat di Masjid Al Aqsa dan iftar di Al-Quds.

Pembatasan ini juga menunjukkan bahwa di wilayah tersebut masih dilakukan penjajahan oleh zionis Israel. Karena pada faktanya  kaum muslim di Palestina belum merasakan keamanan. Bahkan selama bulan Ramadan zionis Israel tetap melayangkan gempuran terhadap warga Palestina.

Kejahatan yang dilakukan oleh zionis Israel yang tentunya dibekingi oleh AS, tidak boleh  membuat gentar kaum muslim untuk menghadapi kejahatan yang dilakukan oleh zionis. Sebagai bentuk perlawanan atas pembatasan tersebut Hamas menekankan penduduk Palestina untuk tetap datang beramai-ramai ke Al Aqsa.

Sebagai umat Islam tentu kita tidak boleh lagi berharap pada solusi barat seperti gencatan senjata atau solusi dua negara. Umat Islam juga tidak boleh terpengaruh oleh narasi-narasi sesat soal perdamaian.

Karena zionis Yahudi Israel adalah kafir harbi yang wajib dihadapi hanya dengan perang. Memerangi mereka adalah hal yang akan efektif dan solutif jika dibawah komando Khalifah. Bukan dengan perdamaian dengan istilah gencatan senjata. Buktinya, meskipun sudah diberlakukan gencatan senjata tetapi mereka tetap menyerang kaum muslim Palestina.

Yang menjadi problematika utama kaum muslim saat ini adalah menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah untuk menerapkan syariah secara kaffah. Tanpa adanya Khilafah umat Islam di seluruh dunia terjajah, terzalimi, terpuruk, dan tertindas. Dengan adanya khilafah, umat Islam akan menjadi satu kesatuan yang memiliki kekuatan yang dahsyat. Sehingga akan mampu menghapus segala bentuk kezaliman dan ketertindasan yang dilakukan oleh penjajah.

Untuk membangun kesadaran umat akan wajibnya menegakkan khilafah dan berjuang untuk mewujudkan dan menyerukan jihad ke Palestina tentu dibutuhkan dakwah yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis. Khilafah akan melindungi kaum muslim dalam akidah, keamanan, jiwa, harta, akal, dan lain sebagainya. Wallahu’alam bishshawab