OPINI/Artikel

Bapak Aing Milad

2
×

Bapak Aing Milad

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Sebagai penulis puluhan tokoh unik di negeri ini sudah saya tulis. Termasuk sosok Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang populer dengan panggilan Bapak Aing.

Hampir mirip dengan sosok Jokowi yang sudah saya tulis dan kagumi sejak jadi Walikota Solo. KDM pun sudah saya kagumi sejak tahun 2015an, ketika menjadi Bupati Purwakarta.

Hamdallah asbab tulisan di media Jawa Pos, saya pun berkesempatan ke Istana Merdeka dan berjabat tangan dengan Presiden Jokowi.

Beda dengan sosok KDM, sejak menjadi Bupati Purwakarta saya sudah berjabat tangan dan bertemu beberapa kali. Dulu saya memberikan buku pada Beliau dan sempat mengundangnya ke Kota Sukabumi, sebagai nara sumber.

Tahun ini (2025), hamdallah saya pun memberikan buku ke dua dengan judul “Mutiara Sunda”, khusus tentang sosok beliau yang istimewa. Sejumlah spirit, motivasi dan hal unik tentang Beliau saya narasikan.

Tentu saja, narasi yang saya buat sangat subjektif sesuai versi penulis. Setidaknya buku “Mutiara Sunda” sudah menjadi kekayaan literasi tentang sosok istimewa. Lebih dari 100 pendidik, memesan buku ini, hamdallah.

KDM adalah sosok unik, otentik dan kadang menggelitik. Tentu Ia pun adalah manusia biasa, ada sisi sisi “kemanusiaannya” disamping sisi keistimewaannya.

Masyarakat Sunda (Jawa Barat) memanggilnya “Bapak Aing”. Sebuah panggilan yang menjelaskan penghormatan dan ikatan emosional asbab keberadaan Beliau yang dianggap telah menjadi “bapak”.

Secara formal politik Ia adalah Gubernur Provinsi Jawa Barat. Secara non formal Ia adalah bapaknya masyarakat Jawa Barat. Ia (KDM) melekat dalam dualitas kepemimpinan, formal dan non formal.

Selamat ulang tahun Kang Dedi Mulyadi, Bapak Aing, Mutiara Sunda yang memancarkan spirit penguatan pada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Ia sangat humanis dan mengusung kemanusiaan universal.

Bagi KDM bahkan kemanusiaan berada di atas agama agama yang dianut semua umat manusia. Ia meletakan kemanusiaan dan cinta sesama, semesta adalah utama. Faktanya semua agama dan kitab suci adalah untuk kemanusiaan.