Kabar Indonesia

Peringatan Hari Bipolar Sedunia & Hari Pendidikan Nasional 2-6 Mei di Kampus ITB

adminsigiku.com
×

Peringatan Hari Bipolar Sedunia & Hari Pendidikan Nasional 2-6 Mei di Kampus ITB

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dalam rangka memperingati Hari Bipolar Sedunia, Fakultas Seni Rupa dan Design ITB Bandung menggelar pameran Seni di Galeri Soemardja kampus ITB, Bandung.

“Kegiatannya dimulai dari Jumat 2 sampai dengan 6 Mei 2025. Berupa pameran yang terbuka untuk umum dengan kegiatan meliputi seminar, konsultasi kesehatan, hingga skrining online terkait Kesehatan Mental,” ungkap Staff Pengajar FSRD ITB Bandung, Dr. Ira Adrianty M. Sn saat interaktif bersama Radio Republik Indonesia (3/5/2025).

Menurutnya acara yang dilaksanakan di galeri Soemardja itu, masyarakat atau pengunjung bukan hanya dapat sharing. Tetapi juga diberi ruang untuk menikmati hasil karya seni yang dapat memperbaiki emosi dan mentalnya.

Ira mengatakan, hasil karya seni itu diantarnya dikirim dari Lapas Perempuan Sukamiskin Bandung, Rumah Sakit Klinik Sehat Nusantara, juga dari Anak anak terdampak korban bencana alam Sumedang, termasuk juga anak anak autis atau ABK, Anak berkebutuhan Khusus Yayasan Peduli Anak Spesial dan SLB Jati Surip yang dituangkan ke dalam batik dingin.

“Kami harap masyarakat dapat hadir dalam gelaran ini, dan mendapatkan edukasi terkait kesehatan mental” ucapnya

Dr. Ira Adrianty M. Sn mengungkapkan data per 2024 menyebutkan di Indonesia dari 10 orang terdapat 1 orang memerlukan penanganan profesional dari pakar kesehatan mental.

“Maka dari itu, bagi mereka yang menemukan gejala bipolar, semakin cepat dilakukan skrining dan ditemukan hasilnya, selanjutnya akan dilakukan pendekatan dan penanganan oleh ahlinya” ungkapnya

Pada kesempatan tersebut, Dokter Tedi Hidayat narasumber dari pakar kesehatan menjelaskan pada rangkaian kegiatan yang dilaksanakan merupakan upaya memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Bipolar Sedunia.

Menurutnya banyak gangguan jiwa berat atau ODGJ dari gejala bipolar yang dibiarkan atau tidak responship dengan pengobatan yang disarankan dokter.

“Padahal perlu segera diobati dengan cepat dan tepat agar segera pulih, hanya pengobatannya perlu waktu hingga kondisi yang stabil atau kembali normal. Penangannya berbeda-beda melihat dari aspek penyebab, misalnya keseimbangan otak, kondisi hormon dan faktor genetik” ungkapnya.

Namun untuk penanganan sementaranya dapat diupayakan melalui pola hidup sehat dengan rutin berolahraga seminggu minimal 2 hari , berpikir positif atau relaksasi. Serta menyalurkan potensi diri dengan karya seni yang dapat berperan sebagai metode pemulihan.

Dokter Tedi Hidayat menginformasikan khusus hari Seninnya ada agenda melaunching aplikasi online untuk mendeteksi atau Screening kondisi kesehatan mental, pameran alat mengukur depresi dan workshop tentang yang berhubungan dengan tema peringatan Hari Bipolar Sedunia.

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/05/12/publik-baca-meningkat-pemda-banyumas-apresiasi-kinerja-publikasi-koran-sinar-pagi/