OPINI/Artikel

Trump Putuskan Hubungan dengan Netanyahu

adminsigiku.com
×

Trump Putuskan Hubungan dengan Netanyahu

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)

Radio Angkatan darat Israel mengatakan presiden AS Donald Trump telah memutus kontak langsung dengan Benjamin Netanyahu, demikian menurut laporan yang dilansir Anadolu. Yanir Cozin, seorang koresponden Radio Angkatan Darat Israel, mengatakan dalam sebuah unggahan di akun X miliknya. Ia menyebut bahwa Trump membuat Keputusan tersebut setelah rekan dekatnya memberi tahu Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer bahwa presiden AS itu yakin bahwa Netanyahu memanipulasinya. Cozin menunjuk kegagalan pemerintah Israel untuk menyajikan rencana dan jadwal konkret mengenai Iran dan Houthi Yaman sebagai sumber memburuknya hubungan AS-Israel. (tempo.com)

Fakta politik antara Trump dan Netanyahu menggambarkan bahwa persatuan musuh-musuh Islam sejatinya adalah semu, mereka tetap terikat pada kepentingan masing-masing. Mereka memang Bersatu dalam memusuhi Islam dan kaum muslimin namun mereka tetap mengutamakan kepentingan kelompoknya, kerapuhan persatuan musuh Islam telah Allah SWT gambarkan Q S Al Hasyr ayat 14 yang artinya, “ Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) Bersama-sama. Kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan antar sesame mereka sangat hebat. Kamu mengira bahwa mereka bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Hal itu disebabkan mereka kaum yang tidak berakal “

Maka dari itu umat Islam harus menyadari bahwa umat sejatinya memiliki kekuatan yang besar jika dibangun atas Aqidah Islam untuk melawan musuh-musuh Islam. Inilah yang dulu dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat serta umat Islam terdahulu. Ketika fase dakwah di Mekkah Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat belum memiliki institusi negara kekuatan Aqidah yang mereka miliki terpancar melalui ketabahan dan ketangguhan menghadapi berbagai penyiksaan, pemboikotan, ancaman dari kafir Quraisy.

Pada Fase dakwah di Madinah Rasulullah SAW dan para sahabat telah berhasil memiliki institusi negara Islam yang dibangun berdasarkan Aqidah Islam, sehingga negara Islam mampu menundukan dan menaklukan dua imperium besar kala itu yakni Romawi dan Persia di bawah kekuasaan Islam. Negara Islam dilanjutkan para sahabat dan generasi selanjutnya yang kemudian dikenal dengan nama negara Khilafah. Sepanjang Khilafah berdiri kaum muslimin memiliki institusi politik yang menjaga kaum muslimin dari musuh – musuh Islam. Khilafar adalah junnah (perisai) umat Islam. Sifat junnah ini mampu menggetarkan hati musuh-musuh Islam sampai-sampai mereka ciut hanya dengan mendengar tentara kaum muslimin tersebut. Mereka lebih baik menghindari konflik dengan Khilafah daripada bertatap muka dengan pasukan kaum muslimin di medan perang.

Itulah yang dirasakan oleh pasukan Romawi, Persia, pasukan salib, bangsa Eropa dan Barat terhadap Khilafah. Jadi hadirnya Khilafah di Tengah umat adalah modal besar yang mereka miliki untuk mampu menghancurkan musuh – musuh Islam. Syariat ini harus terus menerus dibangun hingga umat tersadar terhadap modal besar itu. Tentu saja Upaya penyadaran ini perlu kerja jamaah Islam ideologis yang menjadikan Aqidah Islam sebagai pengikatnya. Persatuan umat yang berjuang dan berdakwah mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW Bersama jamaah Islam ideologis akan menghantarkan tegaknya kepemimpinan Islam yang dengan itu akan tegak khilafah yang akan memimpin dunia menjadi negara adidaya yang akan meninggikan kalimat Allah SWT dan menjadi pelindung umat Islam.

Wallahu a’lam bishowwab