Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Allah menciptakan manusia hakekatnya tak dibedakan. Allah maha adil dan mensederajatkan ciptaan_Nya. Tidak ada “anak emas”, kecuali siapa yang paling beriman dan bertaqwa kepada_Nya.
Bahkan secara “radikal” KH Syaiful Karim mengatakan seseorang menjadi nabi pun karena ikhtiar, mental dan karakter mulianya. Bukan karena Allah yang mendesign dan memihaknya. Tidak adil kalau ada “anak emas”.
Allah maha adil, mepersilahkan siapa saja untuk menjadi yang terbaik. Termasuk orang Sunda, waspada dan hati hati pada mentalitas kolektif internal entitasnya. Jangan sampai orang Sunda memiliki mental inferiority complex.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, gubernur entitas mayoritas Sunda, Ia mengatakan kita bisa berkawan dengan siapa pun, tapi jangan merasa rendah diri. Jangan membangga banggakan tanah orang lain, leluhur orang lain.
Membangga – banggakan tanah orang lain, leluhur orang lain dan merasa rendah diri, bagi KDM adalah penyakit orang Sunda, waspada! Ini bahaya! Bahaya bagi masa depan orang Sunda dan bangsa kita sendiri.
Orang Barat, orang China, orang Arab sama sama manusia ciptaan Tuhan dan kita pun sebagai orang Sunda, bangsa Indonesia bagi KDM adalah bangsa besar dan bangsa yang sama. Masalahnya ada di mentalitas inferiority complex.
Bagi KDM bangsa kita, khususnya orang Sunda jauh lebih baik dari bangsa lain. Tanahnya pun adalah “Tanah Sepenggal Dari Surga” dan diciptakan Allah saat tersenyum. Tidak gersang, tidak gurun berdebu, tidak susah air dan tidak panas membara.
Tanah Sunda Jawa Barat bagi KDM adalah tanah terindah serpihan Surga. Secara tidak langsung KDM ingin membangun mentalitas superiority complex, menjungkir balikan mentalitas inferiority complex yang mengkarat.
Bagi KDM alangkah bijak bila orang Sunda yang hidup disini, rumah di sini, makan minum disini, lahir mati disini, di tanah Sunda, lebih “mensucikan” tanah sucinya sendiri. Ini seirama dengan “Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza” yang berbunyi, “Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti”.
Bentuk mental tidak percaya diri, tidak bangga, rendah diri dihadapan bangsa lain dan lebih mensucikan tanah orang lain adalah hal yang tak positif bagi sebuah bangsa. Pesan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, Indonesia tanah yang suci dan sakti. Ini lebih baik.
Stop mental rendah diri orang Sunda. Pastikan sesuai fakta bahwa bangsa kita, tanah air kita dan leluhur kita sangat istimewa. Surga di bawah telapak kaki Ibu. Ibu kita adalah leluhur kita dan bumi ibu pertiwi kita. Stop membangga banggakan leluhur lain!










