Peristiwa

Oknum Anggota DPRD Kabupaten Berau Diduga Jadi Aktor Intelektual Rusaknya Hutan Kota Tangap

1
×

Oknum Anggota DPRD Kabupaten Berau Diduga Jadi Aktor Intelektual Rusaknya Hutan Kota Tangap

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Abd. Haris

Kab. Berau – Kerusakan Hutan Kota Tangap akibat penambangan batubara secara ilegal, memicu keresahan warga, pasalnya lokasi yang seharusnya bisa menjadi sarana menjaga keseimbangan iklim, mengurangi polusi, meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi tanah, serta menyediakan habitat bagi flora dan fauna, tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Yang menjadi pertanyaan berbagai kalangan masyarakat Kab. Berau terutama pemerhati lingkungan dan warga yang berada disekitar Hutan Kota Tangap adalah, kenapa aparat penegak hukum dan instansi terkait seolah melakukan pembiaran terhadap aktivitas yang memporakporandakan lingkungan hidup tersebut.

Dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun, kuat dugaan ada salah satu oknum wakil rakyat aktif yang menjadi aktor penambangan batubara ilegal ini.

Untuk memuluskan aksinya, oknum wakil rakyat yang disinyalir merupakan aktor intelektual kegiatan tersebut, membentuk beberapa Kelompok Tani yang diduga fiftif, dimana salah satunya bernama Kelompok Tani Tangap Mandiri.

Dengan mengatasnamakan kelompok tani ini tentunya dapat dijadikan dasar dan acuan perusahaan tertentu untuk leluasa mengeruk perut bumi dan menjadikannya lautan danau demi keuntungan pribadi.

Padahal, beberapa tahun silam Bupati Berau, Sri Juniarsih, M.As., M.Pd pernah melakukan sidak ke lokasi tersebut dan mengecam kegiatan ilegal tersebut. Dia dengan tegas memerintahkan untuk segera menghentikan aktivitas penambangan dan mereklamasi lubang bekas pengerukan batu bara yang ada di kawasan hutan kota.

Dikabarkan sebelumnya, dari hasil pantauan dilapangan, rusaknya lingkungan disekitar lokasi tambang berakibat pada ancaman longsor terhadap jalan induk trans Kaltim yang menghubungan beberapa kota di Kalimantan Timur.

Hal ini terjadi lantaran kerusakan yang sangat dahsyat, dengan titik area di prediksi mencapai ratusan hektar dan membentuk danau, jurang yang sangat dalam.

Namun sangat disayangkan Kondisi yang membahayakan bagi warga terutama pengguna jalan ini seolah luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Berau khususnya.