OPINI/Artikel

Tiga Serangkai Dari Purwakarta

adminsigiku.com
×

Tiga Serangkai Dari Purwakarta

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Dalam sejarah nasional dikenal tokoh “Tiga Serangkai”. Tokoh itu adalah Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Tjipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat).

Dalam sejarah lokal dikenal “Tiga Serangkai” versi Purwakarta. Mereka adalah Dedi Mulyadi, Saepul Bahri binzein dan Purwanto. Kisah persahabatan mereka, menyimpan sejuta kisah, suka duka, manis asam.

Hanya mereka Tiga Serangkai yang tahu bagaimana persahabatan terjadi. Secara syariat mereka disatukan karena satu frekuensi dalam idealitas versinya. Secara hakikat, Allah, Tuhan yang maha mendesign_Nya.

Dedi jadi Gubernur Jabar, Zein jadi Bupati Purwakarta dan Purwanto jadi Kadisdik Jawa Barat. Tiga Serangkai ini sangat solid dan seia sekata. Tentu saja yang menjadi motor utamanya adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM).

KDM bagi Purwanto dan Zein adalah bestie, sahabat, saudara, sekaligus saudara idelologis. Ada pepatah mengatakan, “Saudara ideologis lebih kuat dari saudara biologis, batur jadi dulur, dulur jadi batur”, bisa demikian.

Ada tiga hal yang menarik di dalami dari ketiganya. Pertama, mereka sangat solid dan saling setia, saling belajar, saling mengingatkan, saling membutuhkan. Komunikasi diantara mereka intensif, sebelum mereka menjadi apa apa.

Kedua, mereka punya medsos pribadi yang aktif dan dinamis, diantaranya adalah @omzein_saepulbbinzein, @purwantoipoer412, @KANGDEDIMULYADICHANNEL. Bagi mereka medsos adalah media sosial penting untuk syiar idelalismenya.

Ketiga, mereka punya spirit dedikatif pada publik, sebagaimana nama mentornya Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi spiritnya adalah Dedi_kasi dan Mulya_di_ri. Dedikasi Mulia diri. Ketiganya ingin menjadi “Insan Mulyadi”. Mulia memberi pada sesama dan semesta.

Terutama entitas ASN pendidik, mari kita belajar pada mereka di atas. Persahabatan, saling belajar, keberanian, rela berkorban, melintasi derita bersama dicontohkan Tiga Serangkai dari Purwakarta.

Bila tokoh nasional di atas membawa spirit Indonesia Merdeka, maka tokoh lokal dari Purwakarta, membawa spirit Jabar Istimewa. Bergerak dari pinggiran, mulai mengurus desa, mengurus kota dan kelak mengapa tidak mengurus ibu kota.