Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Maslow berteori aktualisasi diri merupakan puncak kebutuhan yang perlu dipenuhi setelah kebutuhan dasar seperti fisiologis, keamanan, cinta dan kasih sayang, serta penghargaan terpenuhi.
Teori aktualisasi diri adalah konsep yang relevan dan penting untuk memahami perkembangan dan potensi manusia. Teori ini mendorong individu untuk terus mengembangkan diri, mengejar tujuan yang bermakna, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Kalimat akhir “memberi kontribusi positif pada masyarakat” adalah hal yang sangat sangat penting bagi setiap orang dalam mengaktualisasikan diri. Termasuk Kang Dedi Mulyadi (KDM), Beliau adalah pribadi yang melakukan aktualisasi diri sebelum menjadi tokoh politik.
Aktualisasi diri seorang KDM jentiknya terlihat sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi seseorang yang berkuasa. Ketika kini menjadi seorang gubernur, tentu saja aktualisasi dirinya jauh akan lebih meluas dan mengembang luar biasa. Sisi lainnya aktualisasi dirinya akan dikait kaitkan dengan pencitraan, politisasi dan parteisasi.
Dale Carnegie mengatakan, “The person who seeks all their applause from outside has their happiness in another’s keeping.” “Orang yang mencari pujian dari luar memiliki kebahagiaan yang semu.” KDM pasti menyadari ini. Pujian Ia dapatkan tapi bukan orientasi utamanya.
Menurut Rogers, aktualisasi diri merupakan proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat sifat serta potensi psikologisnya yang unik. Setiap manusia memiliki hasrat dalam dirinya untuk mengungkapkan, menciptakan sesuatu, mengembangkan, dan menjadikan dirinya seperti apa adanya.
KDM adalah pribadi unik, plus genuine. Unikasi dan genuinitas KDM lah yang membuat sejumlah orang mengaguminya. Walau kata Rocky Gerung secara tidak langsung Ia mengatakan para pengagum KDM adalah entitas orang dengan IQ rendah.
Bagi KDM semesta ini adalah ruang aktualisasi. Tentu saja Ia harus meluaskan ruang aktualisasi sebagai bentuk meluaskan manfaat pada sesama. Bukan hanya identik dengan luasnya kekuasaan atau otoritas politik.
KDM selalu berprinsip bahwa orientasi kemanusiaan dan menebar manfaat adalah kewajiban. Sementara posisi politik, kekuasaan dan jabatan hanyalah seni kehidupan yang melintas. Wajibnya bukan di berkuasa, melainkan punya kuasa.
Ada orang berpendapat “Para waliyullah itu orientasinya bukan kekuasaan melainkan menebarkan kuasa_Nya untuk memperbaiki realitas kehidupan, sehingga lahir kesejahteraan bersama”. Mereka pembawa pesan Tuhan bukan pembawa pesan partai politik.










