Pewarta : Anis M
Koran SINAR PAGI, Kota Depok,- Ketua Umum Gerakan Pemantau Korupsi dan Nepotisme (GPKN) Moch Soleh,
menyoroti keberadaan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II, Made, yang dinilai jarang hadir di kantor dan kurang aktif menjalankan tugasnya, khususnya di wilayah Kota Depok.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (KCD) II—yang meliputi Kota Depok dan Kota Bogor—berkantor di Jl. Pangeran Sogiri No. 249, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Namun demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan, Plt KCD disebut hampir tidak pernah terlihat di kantor maupun turun langsung ke sekolah-sekolah SMA dan SMK di Kota Depok. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan di sektor pendidikan.
Plt KCD seharusnya menjadi sosok pemimpin yang hadir dan memberi contoh baik, bukan hanya secara administratif, tapi juga secara moral dan profesional. Kehadiran di lapangan sangat penting, apalagi dalam momentum penting seperti pelaksanaan SPMB (Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru),” Moch Soleh Kamis (12/06/25).
Menurut pantauan para LSM sejauh ini yang terlihat aktif bekerja di kantor dan turun langsung untuk berkoordinasi dengan sekolah-sekolah hanyalah Kepala Bagian Tata Usaha. Kondisi ini tentu tidak ideal, mengingat peran Plt KCD sangat vital dalam memastikan kelancaran dan kualitas layanan pendidikan di wilayah kerjanya, khususnya Kota Depok.
Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya kualitas manajerial dan pelayanan pendidikan, khususnya di Kota Depok. Ketum LSM Moch Soleh pun berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera melakukan evaluasi atas kinerja pejabat bersangkutan demi perbaikan sistem pendidikan di wilayah ini.













