OPINI/Artikel

Dua Energi Paling Luar Biasa

adminsigiku.com
×

Dua Energi Paling Luar Biasa

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Saya masih ingat ceramah seorang Jamah Tabligh. Ia mengatakan ada dua orang dalam dua kereta api yang berbeda. Satu naik kereta api VVIP dan satu lagi naik kereta api ekonomi.

Penumpang kereta api ekonomi menempuh perjalanan jauh karena akan bertemu pacarnya. Penumpang kereta api VVIP menempuh perjalanan jauh mau dieksekusi dengan pengawalan ketat.

Satu penumpang akan bertemu pacar tercinta, satu penumpang mau bertemu Malaikat maut. Dua realitas yang tak sama, termasuk alat transfortasinya pun berbeda.

Sang Penceramah Jamaah Tabligh ingin menyampaikan bahwa suasan hati sangatlah mempengaruhi realitas kehidupan kita, bukan apa yang ada di luar kita. Sekali pun dalam kereta api mewah tapi kalau hati dalam kecemasan dan ketakutan tentu sangat menderita.

Sementara penumpang yang berada di kereta api murah dan tak punya fasilitas yang layak, tapi suasana hati sedang berbunga bunga, Ia senyum senyum sendiri dalam bahagia dan harapan.

Si Penumpang kereta api ekonomi, selama perjalanan senyum senyum. Apa yang dilihat dirasa seolah indah semua. Perasaannya sudah kelejotan imajinatif membayangkan pacar tercintanya.

Sementara Si Penumpang kereta api VVIP apa yang dilihat dan didengar menyeramkan dan menderitakan. Hatinya hancur dan menderita. Padahal Ia berada dalam kereta api VVIP dan pengawalan ketat.

Nah hidup di dunia pun mirip demikian. Ada orang kaya raya tapi hati dan pikiran tak sehat. Ada juga orang yang sederhana, tidak kaya, tapi hati dan pikirannya sangat sehat, penuh cinta dan harmoni.

Hidup itu versi KH Syaiful Karim terkait kualitas bukan kuantitas. Kualitas kesadaran, spiritual dan cinta adalah lebih utama dari kuantitas material yang kita miliki. Kualitas sholat pun bagi seorang muslim lebih utama dari kuantitasnya.

Kualitas hidup bagi sejumlah orang banyak ditentukan oleh kualitas energi cinta yang ada dalam diri. Vibrasi cinta kasih dalam diri adalah energi luar biasa yang akan mengubah banyak hal.

Satu lagi energi yang dapat menentukan kualitas hidup yakni energi amarah, kebencian, dendam, iri dengki, sangatlah menentukan kualitas hidup. Makin beramarah maka makin memburuk kehidupan seseorang.

Amarah kebencian dan cinta kasih adalah dua energi yang akan sangat menentukan kualitas hidup kita. Pastikan energi cinta kasih terus menyala dalam diri kita. Pastikan pula amarah dan kebencian membeku dan terpasung dalam kendali kesadaran kita.

Kematian karena amarah, kelahiran karena cinta kasih. Allah itu cinta kasih, Iblis itu amarah, mudah tersinggung dan membeda bedakan. Semua orang punya potensi amarah kebencian dan cinta kasih, waspadallah.