Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Rakyat Jawa Barat mendapatkan anugerah terbaik. Apa itu? Hadirnya Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan di Jawa Barat dan hadirnya Sekda Jabar, Kang Herman Suryatman (KHS) sebagai pemimpin ASN tertinggi di Jawa Barat.
Kehadiran keduanya KDM dan Sekda Jabar bagi rakyat Jawa Barat adalah keberuntungan. Mengapa keberuntungan? Selain sebagai pemimpin pelayan masyarakat, mereka pun selalu memberikan insight luar biasa.
Bila banyak orang “Ter_Dedi Dedi” maka ada pula orang yang “Ter_Herman Herman”. Herman Suryatman adalah Sekda Jabar yang wow. Ia mampu menjadi “dosen” dan “motivator” non formal bagi rakyat Jawa Barat. Terutama bagi entitas ASN yang selalu cermat menyimak.
Sebagai praktisi pendidikan saya pun sering mengutif dan mengambil manfa’at dari kata kata dan motivasi yang disampaikan Herman Suryatman. Kata kata, motivasi dan ekspresinya genuine penuh semangat.
Vibrasi Sekda Jabar Herman Suryatman selalu menyala. Bagi sejumlah ASN Jabar terutama narasi narasi dan argumentasi Sekda Jabar selalu wow dan memberi penguatan. Ini sangat penting.
Ungkapan “Ekor mengikuti kepala” akan berdampak bagi entitas ASN. Bila kepala ASN (Sekda) nya wow, maka entitas ASN (ekor) akan wow, mengikuti frekuensinya. Ekor mengikuti kepala. Demikianlah hukum vibrasinya.
Termasuk melihat saat Sekda Jabar di acara Hotman Paris. Sangat enerjik, smart dan rasional. Ketika Ia disoal terkait “Pro Kontra Satu Kelas 50 Siswa”, dengan gesit Ia menjeskan realitas urgen dan langkah substansinya.
Ia mengatakan mengambil perkataan bijak dari Sutan Syahrir, “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan”. Ia mengatakan pertaruhan itu demi rakyat dan untuk rakyat. Tentu saja tidak ada kedaulatan di atas rakyat. Suara rakyat suara Tuhan.
Selanjutnya Ia mengatakan “Lapangan sangat membutuhkan eksekusi strategis, bukan omon – omon”. Artinya rakyat jangan disajikan omon – omon melainkan perbanyak aksi nyata yang berpihak pada kepentingan mereka.
Spirit Sekda Jabar selalu “Salus Populi Suprema Lex Esto”. Rakyat selalu menjadi prioritas dan “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi”. Keselamatan demi mengentaskan angka putus sekolah adalah sangat penting.
Ia mengatakan angka putus sekolah di Jabar itu masuk kategri exstraordinary. Persoalan exstraordinary dipecahkan dengan langkah biasa, tidak akan selesai. Jabar tertinggi angka putus sekolah di Indonesia. Langkahnya harus extraordinary.
Hal lebih mencubit dan jleb dari Sekda Jabar dalam menjawab terkait pro kontra kelas 50 siswa. Ia mengutif pesan sakral KH Dewatara. Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru. Sementara, sekali pun anak berjejal, yang penting anak sekolah dulu.
Secara tidak langsung Sekda Jabar menyatakan bahwa jangan sampai “Tidak apa apa banyak anak putus sekolah asal ruang kelas sesuai aturan dan idealnya”. Atau, biarkan Jabar menjadi provinsi dengan angka putus sekolah tertinggi asal ruang kelas normal.
Sekda Jabar pun mengatakan secara bertahap akan terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana demi anak didik. Sambil terus mengupayakan “Jangan ada satu pun anak didik di Jawa Barat yang putus sekolah”.
KDM dan Sekda Jabar seirama, seolah mengatakan, “Lebih baik anak berdesakan di ruang kelas ikut belajar daripada berdesakan nongkrong di pasar, mall, terminal dan tempat lain yang membahayakan masa depan mereka”.











