Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Kembali saya sitir pernyataan Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman. Pernyataannya selalu memberikan sengatan, menggigit dan mencubit. Selama saya jadi ASN di Jawa Barat, Sekda yang satu ini memang “agak laen”. Punya provokadik yang luar biasa.
Dalam Tiktok dan IGnya saya pelajari dan saya simak. Ia sering melontarkan pernyataan pernyataan yang membakar semangat. Terutama bagi entitas ASN di Jawa Barat yang merupakan wilayah kerja dan tanggung jawabnya. Nampaknya Herman Suryatman “greget” pada siapa pun terutama ASN yang kurang guam, kurang motivasi kerja.
Ia mengatakan “Kabeh Jam, Jam Gawe”. Ini ungkapan dalam bahasa Sunda. Apa artinya? Artinya identik dengan “Semua Jam, Adalah Jam Kerja”, tidak ada waktu selain waktu untuk kerja. Nampaknya spirit Herman Suryatman identik dengan tokoh Steve Jobs. Sama sama sangat menghargai waktu dalam jeda jam, bukan hari atau bulan.
Setiap jam bagi Stave Jobs dan Herman Suryatman harus bermakna, bermanfaat dan fungsional. Terutama bagi entitas ASN dan para pelayan publik, agar memanfaatkan waktu seoptimal dan sefungsional mungkin. Demi waktu, demi masa depan yang lebih istimewa.
Bagi Herman Suryatman Jabar Istimewa bisa lebih mungkin diraih dengan memanfaatkan waktu jam per jam. Tidak ada waktu yang terbuang percuma dan berlalu tanpa produk, karya atau kontribusi untuk Jawa Barat.
Pepatah bijak mengatakan, “Bisa jadi sejumlah orang punya waktu dan kesempatan yang sama, tapi tidak punya sukses yang sama”. Semua kesuksesan terkait bagaimana memanfaatkan waktu, jam per jam dengan efektif, prestatif dan produktif.
Hitungan hari, minggu dan bulan nampaknya sudah terdisrupsi oleh hitungan jam. Transformasi dan perubahan diri dan kinerja, mulai ke jam. Setiap jam identik harus ada progress diri. Bagi yang bermental menunda, nanti saja, akan tergilas zaman.
Mental masa lalu adalah bergerak menuju masa depan. Mental masa kini adalah bergerak dan bergiat, inovatif produktif menghadirkan masa depan di hari ini. Ini lah mental disruptif dimana “masa depan pun” dihadirkan hari ini, bukan nanti.
Sebagai Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman nampaknya ingin agar mentalitas ASN bisa ngabret, menyala dan produktif setiap jam. Jabar Istimewa baginya hanya bisa diraih dengan mentalitas istimewa yang produktifitasnya bukan bulan, minggu atau harian, melainkan jam perjam. Kebeh Jam, Jam Gawe.











