Liputan Khusus

Ngaji Subuh di At Takwa, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani Arahkan Jama’ah Mencintai Nabi Melebihi Mencintai Dirinya

2
×

Ngaji Subuh di At Takwa, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani Arahkan Jama’ah Mencintai Nabi Melebihi Mencintai Dirinya

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dalam hadist Qudsi dijelaskan:

 لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

“Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini”

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani membahas tentang hadist qudsi atau firman Alloh yang diterima langsung oleh nabi, tanpa perantara malaikat Jibril (penyampai wahyu).

Hadist itu, dibahas saat menjadi penceramah ngaji subuh di masjid At Takwa Bukit Bunga Kopo Katapang, Gandasari Katapang Kabupaten Bandung (28/9/2025)

Menurutnya mencintai Alloh dan mencintai Nabi merupakan kedua hal yang tidak dapat dipisahkan, hal itu dijelaskan dalam firman Allah SWT:

 قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku. Maka niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS ali-Imran [3]: 31)

Selanjutnya Ustadz Awan Mulyana Al Murzani membahas secara khusus tentang hadist lain yang menjadi bukti cinta kepada nabi.

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

 “Tidak (sempurna) beriman di antara kalian hingga mencintai aku melebihi diri kalian sendiri, anak, orang tua, dan seluruh manusia”.

Hadist tersebut berhubungan dengan Umar ibn Khattab saat berkata kepada nabi: “Ya Rasulallah. Saya mencintaimu melebihi apapun, kecuali diri saya sendiri”. Nabi pun menanggapi: “Demi Allah, belum. Sampai aku engkau cintai melebihi dirimu sendiri”. Umar menyahuti: “Demi Allah, sekarang saya mencintai anda melebihi diri saya sendiri”. Rasul berkata kepadanya: “Umar, sekarang lengkap / sempurna imanmu”.

Lalu, apakah cinta seperti itu dapat terbukti?… terbukti dengan banyak para ibu rela mati demi anaknya merupakan contoh seseorang dapat mencintai orang lain melebihi mencintai dirinya.

Cinta kepada nabi merupakan hal penting dalam beriman dan berislam. Bahkan ungkapan dari cinta itu, oleh umat islam di Indonesia sering terlihat dengan pengajian akbar bertema Maulid Nabi. Sebab cinta itu juga yang dapat menjadi jalan meraih syafaat Nabi. Seperti dijelaskan dalam hadist.

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau akan menyertai orang yang engkau cintai.”

Sabda Nabi itu dapat dimaknai “Jika kita di Dunia sering dipersatukan atau bersama orang-orang yang dicintai, maka nanti di Akhirat kita akan bersama mereka”ucapnya