Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Banjir yang kerap melanda Kecamatan Lakbok dan Kecamatan Purwadadi disaat musim penghujan tiba, menjadi topik pembahasan dalam Musrenbang di 2 (dua) Kecamatan tersebut.
Dalam pembahasan tersebut Ketua APDESI Kecamatan Purwadadi, Pipin mengatakan, polemik masalah Banjir di dua kecamatan sebetulnya permasalahan yang sering terjadi sejak puluhan tahun.
“Banjir di kecamatan Lakbok dan kecamatan Purwadadi sering terjadi dikarenakan bentangan sungai Cilisung mulai dari Kota Banjar,Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran sudah tidak mampu lagi menampung derasnya air dikala musim penghujan tiba,” Ucapnya.
Lebih lanjut Pipin mengatakan, lintasan sungai Cilisung melalui kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran sebetulnya itu merupakan tanggung jawab pihak BBWS, namun sampai saat ini yang terjadi di lapangan belum terlihat aksi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Kayanya untuk mengatasi masalah ini hanya Gubernur Jawa barat Kang Dedi Mulyadi yang bisa mengambil solusi harapan besar bagi masyarakat kang Dedi untuk segera turun tangan mencari solusi agar permasalahan ini cepat teratasi dan kami yakin hanya KDM yang mampu dan bisa mengatasi banjir tersebut,” Imbuhnya.
Anggota DPRD.Kabupaten Ciamis dari fraksi Nasdem Endang Cahyadi mengatakan,berbagai bentuk upaya pemerintah kabupaten Ciamis dalam mengatasi masalah banjir telah dilakukan dengan cara melakukan pengerukan dari hulu sampai anak sungai Ciliwung serta mendorong BBWS untuk melakukan normalisasi sungai Ciliwung yang ada di wilayah kecamatan Pangandaran akan tetapi saya rasa dalam penanganannya lambat.
“Walaupun bagai mana sosok Gubernur Jawa barat sangat dibutuhkan untuk mengkoordinasikan dari tiga wilayah serta menganggarkan kompensasi untuk mengurangi dampak banjir yang ada di kecamatan Purwadadi,kecamatan Lakbok dan Kabupaten pangandaran yang terletak di kecamatan Mangunjaya dan Padaherang” terangnya.
Endang berharap kepada pemerintah Propinsi hususnya Gubernur Jawa Barat untuk segera merespon terhadap korban terkena dampak banjir yang sangat merugikan para petani di daerah.













