Pewarta : Anis
Kota Depok – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia ke-80 digelar di Sekretariat PWI Kota Depok dengan mengangkat tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat’, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Kota Depok, Kapolres Metro Depok, BAZNAS Kota Depok, KONI Kota Depok, Tokoh Pendidikan dan Agama, Masyarakat serta rekan- rekan wartawan.
Rangkaian kegiatan meliputi pelayanan kesehatan gratis, pemberian kacamata gratis, pasar sembako murah, santunan anak yatim, serta pemberian Piagam Penghargaan HPN 2026 PWI Kota Depok Award kepada 12 tokoh panutan dari berbagai latar belakang. Pemilihan tokoh dilakukan melalui proses diskusi dan musyawarah.
Pembukaan acara diisi dengan doa dan sambutan dari Ketua Panitia HPN PWI Depok, Ridwan Ewako dan Ketua PWI Kota Depok, yang masing-masing menyampaikan poin penting terkait pelaksanaan kegiatan dan peran pers di era saat ini.
Ridwan memohon menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan kekurangan dalam pelaksanaan acara, mengakui bahwa acara yang diselenggarakan wartawan terkadang terkesan “amburadul”. Namun, ia menekankan satu kedisiplinan utama yang menjadi ciri khas wartawan disiplin dalam memenuhi deadline.

Kalau disiplin waktu merancang acara, mungkin kita kalah, tapi untuk menyelesaikan tugas sesuai SOP dan target, kami pasti bisa selesai meskipun harus bekerja hingga larut malam.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra yang mendukung acara, menyatakan bahwa tanpa dukungan mereka, acara akan sulit terlaksana meskipun koordinasi terkadang terlambat dan waktu pelaksanaan terasa mepet.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya 12 tokoh panutan Kota Depok, di antaranya Kapolres Metro Depok, Dandim, Ibu Nina, Ibu Farida, Ketua KONI Bang Heri, Pak Ace dari Baznas, serta Pak Hartono dari Kapolsek Pancoran Mas.
Rusdy menegaskan pentingnya menjaga marwah pers di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Di era disrupsi pers saat ini, kita harus kembali bersaing dengan medsos. Bangkitkan marwah pers, taat Kode Etik Jurnalistik. Jangan sampai pers terbawa riuh gaduhnya media sosial. Kita harus teguh menegakkan pers yang berwibawa dan menjadi kepercayaan masyarakat, tegasnya.
Perayaan HPN dan HUT ke-80 PWI ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi antaranggota dan mitra kerja.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa di usia delapan dekade, PWI tetap berkomitmen menjaga profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan pers yang sehat demi terwujudnya ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat.













