Pewarta : Red
Bekasi – Setelah sempat terganggu akibat insiden operasional, layanan KRL lintas Bekasi–Cikarang akhirnya kembali normal. PT KAI Commuter memastikan Stasiun Bekasi Timur kini kembali melayani penumpang setelah melalui serangkaian uji coba operasional yang dinyatakan berjalan lancar.
Pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. KAI Commuter menegaskan, seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan perjalanan kereta aman dan nyaman bagi pengguna.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa operasional lintas Bekasi–Cikarang kembali dibuka mulai pukul 13.59 WIB.
“Mulai pukul 13.59 WIB, KRL No. KA 5538 Commuter Line Cikarang relasi Kampung Bandan–Cikarang dan KRL No. 6031 dari Cikarang pukul 14.08 WIB menjadi perjalanan pertama yang kembali melintas di jalur ini,” jelas Karina dalam keterangan tertulisnya.
Normalisasi ini menjadi angin segar bagi ribuan komuter yang mengandalkan jalur Bekasi–Cikarang setiap hari. Dengan beroperasinya kembali Stasiun Bekasi Timur, mobilitas warga di wilayah Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya dipastikan kembali lancar setelah sempat terdampak gangguan.
Meski layanan telah pulih, proses penanganan belum sepenuhnya selesai. KAI Commuter mengungkapkan evakuasi rangkaian Commuter Line Cikarang No. 5168A masih terus dilakukan. Saat ini, sarana KRL yang terdampak telah dipindahkan ke sisi jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.
Karina menegaskan, pembukaan kembali lintas tersebut baru dilakukan setelah seluruh indikator keselamatan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Setelah uji coba, evaluasi jalur, dan seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk clearance dari KNKT, lintas ini kembali dapat melayani perjalanan Commuter Line,” tegasnya.
Kembalinya operasional jalur ini menjadi bukti bahwa pemulihan layanan transportasi publik tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, keselamatan tetap menjadi harga mati.













