Akademia

Mahasiswa IPB Soroti UKT Mahal dan Fasilitas Rusak, Kritik Keras Arah Kebijakan Rektor

adminsigiku.com
×

Mahasiswa IPB Soroti UKT Mahal dan Fasilitas Rusak, Kritik Keras Arah Kebijakan Rektor

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kota Bogor – Koalisi Mahasiswa Peduli IPB University melayangkan kritik tajam terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi fasilitas kampus yang rusak dan kurang terawat, baik di Dramaga maupun Baranangsiang.

Mereka juga menyoroti kebijakan Rektor Alim Setiawan yang dinilai mengalihkan fokus kampus ke proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Koalisi menilai langkah ini berpotensi menggeser fungsi utama kampus menjadi entitas bisnis.

Ketua koalisi, Khairul, menyebut orientasi kampus kini menjauh dari nilai akademik dan cenderung mengarah pada komersialisasi, tanpa memperhatikan beban ekonomi mahasiswa.

Selain itu, mereka mengkhawatirkan dampak SPPG berupa pengalihan sumber daya, potensi eksploitasi mahasiswa melalui skema experiential learning, serta penyempitan ruang kampus akibat pembangunan fasilitas pendukung.

“Kita memandang bahwa orientasi Rektorat saat ini telah bergeser jauh dari esensi akademis dan semangat inovasi di era kepemimpinan rector-rektor terdahulu, di mana nilai-nilai pendidikan mejadi sarana pelayanan pengabdian dan inovasi akademik,” ucapnya.

Kualitas dan gaya kepemimpinan Alim Setiawan pun mendapatkan kritik keras dengan dilayangkannya raport merah dari para koalisi mahasiswa, yang menjulukinya sebagai “Rektor Give Away”.

“Selama kepemimpina IPB dibawah beliau, ia sama sekali tidak menghadirkan inovasi maupun aksi konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan civitas akademika khususnya mahasiwa, melainkan hanya “panen citra” atas hasil kerja rektor sebelumnya,” ujarnya.

Koalisi pun mengajukan tiga tuntutan utama: menghentikan komersialisasi melalui proyek SPPG, melakukan perbaikan menyeluruh fasilitas kampus, serta mendesak rektor untuk menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada mahasiswa—atau mundur jika tidak mampu menjawab persoalan tersebut.