Pemkab Sukabumi Perkuat Strategi UHC, Pastikan Warga Mendapat Akses Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

0

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menjamin seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata, mudah, dan berkualitas melalui penguatan implementasi Universal Health Coverage (UHC). Komitmen tersebut mengemuka dalam pembahasan Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk Universal Health Coverage (UHC) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis guna meningkatkan jumlah kepesertaan aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sukabumi. Pembahasan mencakup percepatan rekrutmen peserta baru serta reaktivasi peserta nonaktif agar perlindungan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa pencapaian UHC tidak hanya sebatas memenuhi target angka kepesertaan, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat persoalan administratif maupun status kepesertaan. Karena itu, sinergi antara Pemkab Sukabumi dan BPJS Kesehatan harus semakin diperkuat melalui langkah jemput bola yang lebih efektif,” tegasnya.

Selain itu, forum juga membahas optimalisasi pemanfaatan data yang lebih akurat dan terintegrasi untuk memetakan masyarakat yang belum terlindungi program jaminan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Nora D. Manurung, menyampaikan bahwa reaktivasi peserta nonaktif menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan capaian UHC di Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, berbagai inovasi pelayanan akan terus dikembangkan guna mempermudah masyarakat dalam mengaktifkan kembali kepesertaan JKN.

“Program JKN bukan hanya instrumen pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian penting dari perlindungan sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui penguatan kolaborasi dan strategi yang terukur, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap cakupan UHC tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga mampu menghadirkan kualitas layanan kesehatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat.