Hari Nelayan Ujunggenteng Dorong Pariwisata Budaya di Kawasan Geopark Ciletuh

0
115

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Hari Nelayan Ujunggenteng ke – 59 yang digelar meriah dengan mengangkat kekayaan budaya masyarakat pesisir sebagai identitas sekaligus kekuatan pembangunan daerah.

Mengusung tema “Sagara Ngajaga Laut Kidul Ku Budaya”, peringatan Hari Nelayan tahun ini tidak hanya menjadi ajang syukuran masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional khas daerah, mulai dari tarian tradisional, rampak kendang, hingga prosesi sakral Larung Saji yang menjadi simbol penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menegaskan bahwa Hari Nelayan Ujunggenteng merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang memiliki nilai historis, sosial, dan edukatif yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Hari Nelayan bukan sekadar perayaan tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat pesisir sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Yudi.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, budaya lokal harus tetap menjadi fondasi karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

Yudi menilai keterlibatan aktif anak-anak muda dalam berbagai pertunjukan seni dan rangkaian kegiatan Hari Nelayan menjadi sinyal positif bahwa regenerasi pelaku budaya di kawasan pesisir masih berjalan dengan baik.

“Kebudayaan adalah identitas bangsa yang tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti Hari Nelayan, generasi muda diajak mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya yang menjadi jati diri daerahnya,” katanya.

Lebih jauh, Disbudpora memandang Hari Nelayan Ujunggenteng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan Kabupaten Sukabumi. Terlebih, kawasan Ujunggenteng berada dalam wilayah Geopark Ciletuh – Palabuhanratu yang telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Keberadaan kekayaan budaya yang berpadu dengan potensi alam pesisir dinilai menjadi modal strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Budaya dan pariwisata harus berjalan beriringan. Ketika tradisi terus dilestarikan dan dikemas secara baik, maka akan menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, kuliner, kerajinan, hingga jasa pariwisata,” jelasnya.

Disbudpora juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penyelenggaraan Hari Nelayan, mulai dari masyarakat, panitia, pelaku seni budaya, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha yang turut mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.

Dengan kolaborasi lintas sektor, peringatan Hari Nelayan diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu berkembang menjadi instrumen pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Kita memiliki kekayaan budaya pesisir yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan mewariskannya kepada generasi mendatang agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi,” pungkas Yudi Mulyadi.