Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Ancaman Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi masih menjadi perhatian serius. Hingga pertengahan 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat hampir 1.400 warga teridentifikasi mengidap penyakit menular yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengungkapkan angka tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan sejak awal tahun. Jumlah temuan kasus menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengobatan.
“Hasil pendataan yang dilakukan sejak awal tahun, jumlah penderita tuberkulosis di Kota Sukabumi tercatat hampir 1.400 orang,” kata Ida, Minggu (14/6/2026).
Meski jumlah kasus yang ditemukan terus meningkat, Ida menegaskan keberhasilan penanganan TBC tidak hanya diukur dari banyaknya penderita yang berhasil terdeteksi. Yang lebih penting adalah memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas agar sembuh dan tidak menjadi sumber penularan baru.
Menurutnya, tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kota Sukabumi pada tahun lalu baru mencapai sekitar 76 persen. Angka tersebut masih jauh dari harapan, meskipun capaian penemuan kasus sudah menyentuh sekitar 90 persen dari target yang ditetapkan.
“Proses pengobatan harus tuntas. Angka temuan kasus memang tinggi, tetapi keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ida menjelaskan, tantangan terbesar dalam penanganan TBC adalah memastikan tidak ada pasien yang putus berobat di tengah jalan. Sebab, pengobatan yang tidak selesai tidak hanya menghambat kesembuhan pasien, tetapi juga berisiko meningkatkan penularan dan memunculkan kasus TBC yang lebih sulit diobati.
Karena itu, Dinkes terus mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat. Setiap pasien yang menghentikan pengobatan harus segera terdeteksi dan ditindaklanjuti agar tidak hilang dari pemantauan.
“Tuberkulosis merupakan permasalahan global yang tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar pengobatan berjalan tuntas dan penularan dapat ditekan,” tegasnya.
Dinkes Kota Sukabumi saat ini terus mengintensifkan pelacakan kasus, pemeriksaan kontak erat, edukasi masyarakat, serta pendampingan pasien selama masa pengobatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencapai target eliminasi TBC sekaligus menekan laju penyebaran penyakit di tengah masyarakat.
“Jika target temuan kasus mencapai 90 persen dari sekitar 2.000 sasaran, maka seluruh pasien yang ditemukan harus dipastikan mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” pungkas Ida.
Meningkatnya temuan kasus TBC menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman nyata. Keberhasilan melawan TBC tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini dan disiplin menjalani pengobatan hingga selesai.













