Peristiwa

Wisatawan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Ciemas, Diduga Alami Kram Saat Bermain di Pusaran Air

adminsigiku.com
×

Wisatawan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Ciemas, Diduga Alami Kram Saat Bermain di Pusaran Air

Sebarkan artikel ini

Foto : Ilustrasi

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Kecelakaan wisata yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Seorang wisatawan bernama Dores Sandi (30) meninggal dunia setelah tenggelam di area pusaran air Curug Larangan, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Minggu (21/6/2026).

Korban yang datang bersama rombongan wisatawan sempat menikmati keindahan air terjun tersebut sebelum akhirnya hilang dari pengawasan rekan-rekannya. Kejadian itu memicu kepanikan di lokasi wisata yang dikenal memiliki sejumlah titik pusaran air dengan kedalaman cukup berbahaya.

Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula sekitar pukul 14.20 WIB saat korban berada di kawasan Curug Larangan bersama rombongan.

“Terjadi kecelakaan wisata yang mengakibatkan satu orang wisatawan meninggal dunia di objek wisata Curug Larangan,” ujar AKP Deni Miharja, Senin (22/6/2026).

Beberapa saat kemudian, teman-teman korban menyadari Dores tidak lagi terlihat di sekitar lokasi. Upaya pencarian mandiri dilakukan, namun korban tak kunjung ditemukan. Sekitar pukul 15.00 WIB, kejadian tersebut dilaporkan kepada petugas yang berjaga di kawasan wisata.

Menerima laporan itu, petugas bersama warga dan pengunjung langsung melakukan pencarian intensif di sekitar area curug, termasuk menyisir titik pusaran air yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban.

Setelah hampir satu jam dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di dasar pusaran air dengan kedalaman kurang lebih lima meter.

“Saat ditemukan, korban berada di dasar pusaran air dalam posisi telungkup dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Deni.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa korban mengalami kram ketika berada di area pusaran air sehingga tidak mampu mengendalikan tubuhnya untuk berenang ke permukaan.

“Diduga korban mengalami kram saat bermain di area pusaran air Curug Larangan sehingga tidak dapat menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam,” ungkapnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi yang memiliki arus deras, pusaran air, maupun kedalaman yang sulit diprediksi.

Pengelola dan pengunjung juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan demi mencegah terulangnya insiden serupa di destinasi wisata alam Kabupaten Sukabumi.