Olahraga

Depok Punya Senam Identitas, “Paricara Dharma” Resmi Diluncurkan, Wujudkan Kota Sehat Lewat Gerakan Bersama

adminsigiku.com
×

Depok Punya Senam Identitas, “Paricara Dharma” Resmi Diluncurkan, Wujudkan Kota Sehat Lewat Gerakan Bersama

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok – Depok kini punya wajah senam sendiri. Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Senam Paricara Dharma, senam khas daerah yang diharapkan menjadi identitas baru sekaligus penggerak budaya hidup sehat warga.
Peluncuran dilakukan langsung Wali Kota Depok Supian Suri di Lapangan Apel Balai Kota Depok, Jum’at (26/6/2026). Puluhan peserta dari KORMI, KONI, komunitas senam, dan Tim Penggerak PKK hadir meramaikan.

Nama Paricara Dharma bukan dipilih sembarangan. Nama itu diambil dari moto Kota Depok yang berarti “Pengabdian Kepada Masyarakat”.

Supian Suri berharap nilai pengabdian itu tidak berhenti jadi slogan di papan, tapi benar-benar hadir dalam tubuh warga yang sehat dan bugar.

“Semangat launching Senam Paricara Dharma dilatarbelakangi oleh semangat untuk mewujudkan Depok menjadi kota yang sehat. Susah kita ngomong sehat kalau kita tidak mau berolahraga. Salah satu ikhtiar untuk masyarakat Kota Depok bisa terus sehat adalah olahraga,” ujar Supian.

“Paricara Dharma sendiri diambil dari moto Kota Depok, yaitu mengabdi untuk masyarakat, memberikan kebaikan buat masyarakat. Mudah-mudahan Senam Paricara Dharma juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memberikan kebaikan, khususnya kesehatan buat masyarakat,” katanya.

Selama ini, berbagai komunitas di Depok punya gaya senam masing-masing. Itu bagus. Tapi Supian melihat perlu ada satu gerakan yang bisa menyatukan, terutama saat acara resmi pemerintah.

“Ketika KORMI mengadakan kegiatan dan ingin mengawali dengan senam, sering kali bingung senam apa yang akan digunakan. Karena itu perlu ada yang mengikat dan menyeragamkan semangat untuk terus berolahraga, salah satunya diwujudkan melalui Senam Paricara Dharma,” jelasnya.

Prosesnya tidak singkat. KORMI Kota Depok sudah menggelar sayembara, menyusun koreografi, hingga meracik musik agar senam ini ringan, energik, dan mudah diikuti semua usia. Hasilnya, Senam Paricara Dharma berdurasi sekitar 12 menit. Cukup ideal jadi pembuka apel, Car Free Day, kegiatan PKK, hingga event olahraga.

Supian menyebut, senam ini tidak akan hidup kalau hanya di Balai Kota. Ia harus turun ke kelurahan, RW, sampai ke taman-taman warga.

“Ini sebagai penyeragaman kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, KORMI, juga PKK. Karena sekali lagi, tanpa dukungan emak-emak, program apa pun rasanya sulit untuk bisa maksimal,” ujarnya.

Ia pun mengajak Tim Penggerak PKK menjadi ujung tombak. Dari PKK ke dasawisma, dari dasawisma ke rumah-rumah.

“Saya berharap senam PKK dengan Senam Paricara Dharma benar-benar bisa bersinergi, sehingga tujuan akhirnya bukan pada proses senamnya, tapi masyarakat kita menjadi masyarakat yang sehat,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Senam Paricara Dharma, Depok tidak hanya menambah daftar kegiatan. Kota ini kini punya “bahasa tubuh” yang sama: bergerak, sehat, dan mengabdi.

Karena kota yang sehat lahir dari warga yang mau bergerak. Dan gerakan itu dimulai dari satu langkah kecil: mengikuti irama Paricara Dharma, tutup Supian.