Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi mulai merealisasikan pencairan Program Insentif Masyarakat pada akhir Juni 2026. Pencairan tersebut disambut positif oleh para penerima manfaat, termasuk pengurus RT/RW yang mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menyalurkan insentif sesuai jadwal.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Sukabumi meningkatkan alokasi Program Insentif Masyarakat menjadi Rp. 22 Miliar, naik dari Rp. 19,5 Miliar pada Tahun 2025. Peningkatan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada para pelayan masyarakat yang berperan langsung di lingkungan.
Kenaikan anggaran terbesar dialokasikan untuk operasional Posyandu, dari Rp. 2,88 Miliar menjadi Rp. 4,35 Miliar. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan angka Stunting sekaligus memperkuat pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.
Selain itu, anggaran insentif bagi Ketua RT dan RW meningkat menjadi Rp. 12,45 Miliar. Sementara insentif bagi Marbot dan Guru Ngaji tetap dialokasikan sebesar Rp. 2,68 Miliar, sedangkan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) menerima alokasi sebesar Rp. 2,53 Miliar.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menegaskan bahwa Program Insentif Masyarakat merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada para penggerak pelayanan di tingkat akar rumput.
“Program Insentif Masyarakat merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para Ketua RT/RW, petugas Linmas, kader Posyandu, serta marbot dan guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di tengah pelaksanaan berbagai program prioritas daerah, seperti Home Care, Ambulans Gratis, Puskesmas Gratis, Menata Kebaikan Tech, dan Ngopy, Pemerintah Kota Sukabumi memastikan program yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.
Pemerintah Kota Sukabumi juga berencana melanjutkan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) pada Perubahan APBD Tahun 2026. Program yang pada 2025 didukung anggaran sebesar Rp. 8,9 Miliar tersebut akan kembali dijalankan setelah adanya tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.

