Kekeringan Meluas di Jawa Barat, Tujuh Daerah Terdampak; Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

0
17

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat bencana kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah selama Juni 2026. Sedikitnya 7 (tujuh) kabupaten dan kota terdampak, mengakibatkan ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya intensitas hujan.

Pranata Humas Ahli BPBD Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan kekeringan dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di sejumlah daerah. BPBD di masing – masing wilayah pun telah melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Garut, kekeringan melanda Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, dengan dampak terhadap 350 kepala keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak.

Sementara di Kabupaten Bogor, kekeringan terjadi di Desa Gunungsari, Parakanmuncang, Kalongliud, Karangtengah, Sukajaya, dan Harkatjaya. Sebanyak 3.092 jiwa terdampak akibat menurunnya intensitas hujan.

“Penyebab kejadian akibat cuaca ekstrem dan menurunnya intensitas hujan. BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen serta menyalurkan 5.000 liter air bersih,” ujar Hadi, Rabu (8/7/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Sebanyak 2.834 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk melakukan asesmen serta mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga.

Di Kabupaten Karawang, kekeringan melanda Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel. Sebanyak 1.973 jiwa terdampak akibat berkurangnya curah hujan.

BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan dukungan pemerintah desa setempat.

Sementara itu, di Kota Sukabumi, kekeringan terjadi di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu. Sebanyak 150 kepala keluarga dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kekeringan juga melanda Kabupaten Pangandaran, tepatnya di wilayah Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, serta Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya. Sebanyak 577 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air.

Adapun di Kabupaten Tasikmalaya, kekeringan terjadi di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. BPBD mencatat sebanyak 450 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa terdampak akibat menurunnya intensitas hujan.

BPBD Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat di wilayah rawan kekeringan untuk menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepatnya.

Pemerintah daerah bersama BPBD di masing-masing wilayah juga terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan air bersih guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.