KemenP2MI Gandeng Kementerian Pariwisata, Siapkan SDM Hospitality untuk Program SMK Go Global

0
9

Pewarta : Red

Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) memperkuat sinergi dengan Kementerian Pariwisata guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sektor hospitality yang siap bersaing di pasar kerja internasional melalui Program SMK Go Global.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, dan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Christina mengatakan kolaborasi ini merupakan tindak lanjut pemerintah dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK dan masyarakat melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga penempatan kerja di luar negeri.

“Pertemuan ini menindaklanjuti upaya kami menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya sektor pariwisata dan hospitality yang permintaannya terus meningkat,” ujar Christina.

Program SMK Go Global ditargetkan menjangkau 40.000 peserta sepanjang 2026. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan masyarakat melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri global, sertifikasi profesi, serta fasilitasi penempatan kerja di berbagai negara.

Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan peserta yang telah memiliki kompetensi dasar dan kemampuan berbahasa asing agar proses peningkatan keterampilan dapat dilakukan lebih efektif.

“Tahun ini kami memprioritaskan calon peserta yang memiliki kompetensi dasar maupun kemampuan bahasa asing, kemudian melengkapi mereka dengan sertifikasi atau peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Menurut Christina, sektor hospitality menjadi salah satu bidang dengan prospek paling menjanjikan karena permintaan tenaga kerja dari berbagai negara terus meningkat. Selain industri perhotelan dan pariwisata, peluang kerja juga terbuka pada bidang tata graha (housekeeping), makanan dan minuman (food and beverage), pramusaji, barista, hingga terapis kebugaran.

“Permintaan tenaga kerja hospitality terus berkembang sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi dasar agar proses peningkatan keterampilan dan penempatan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, KemenP2MI juga meminta dukungan Kementerian Pariwisata untuk menyediakan data lulusan sekolah-sekolah vokasi, termasuk Politeknik Pariwisata, sebagai basis penyiapan calon pekerja migran yang kompeten.

Selain itu, kedua kementerian turut membahas peluang penempatan tenaga kerja Indonesia sebagai awak kapal pesiar yang diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Edukasi mengenai Migran Aman juga menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara legal, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.