Teror Begal Bikin Warga Bandung Ketakutan, Ada yang Sewa Tiga Ojol hingga Minta Kawalan Polisi

0
9

Foto Ilustrasi Begal Motor
Pewarta : Ida

Kota Bandung – Maraknya aksi kejahatan jalanan yang dikaitkan dengan begal di Kota Bandung memicu keresahan masyarakat. Rasa takut yang semakin meluas membuat sebagian warga memilih cara-cara tak biasa demi pulang dengan selamat, mulai dari menyewa tiga pengemudi ojek online (ojol) sebagai pengawal hingga meminta pengawalan langsung dari kepolisian melalui layanan darurat 110.

Salah satunya dialami Claudia (21), warga Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Perempuan itu mengaku sengaja memesan tiga pengemudi ojol saat pulang dari acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 di kawasan Gudang Selatan pada Senin (20/7) dini hari.

Keputusan tersebut diambil karena ia harus pulang lebih awal untuk bekerja keesokan harinya, sementara teman-temannya masih bertahan hingga acara usai.

Menurut Claudia, tiga pengemudi sengaja dipesan agar tidak ada satu pun driver yang menghadapi risiko sendirian apabila terjadi sesuatu di perjalanan.

Respons para pengemudi pun di luar dugaan. Salah seorang driver langsung menanyakan lokasi yang dianggap rawan dan bahkan berinisiatif menghubungi jaringan komunitas pengemudi lainnya sebagai langkah antisipasi.

Fenomena serupa juga dialami Adinda Religia (25). Karena khawatir melintas di jalur yang disebut-sebut rawan pada malam hari, ia memilih meminta pengawalan polisi melalui layanan darurat 110 saat pulang bekerja dari kawasan Jalan Rajawali menuju Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Permintaan itu mendapat respons cepat. Tak lama setelah laporan diterima, petugas Polsek Andir datang dan mengawal Adinda bersama rekan-rekannya hingga tiba dengan selamat di tujuan.

Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya permintaan pengawalan tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang merasa khawatir terhadap situasi keamanan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polisi Tegaskan Peta Zona Merah Begal adalah Hoaks

Di tengah meningkatnya keresahan warga, beredar pula peta yang mengklaim sejumlah wilayah di Kota Bandung sebagai zona merah, kuning, dan hijau terkait kerawanan begal.

Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan bahwa peta tersebut bukan produk resmi kepolisian dan merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial dan tetap tenang. Menurutnya, kepolisian telah meningkatkan patroli malam dengan mengerahkan sekitar dua pertiga kekuatan personel secara bergantian untuk mengantisipasi kejahatan jalanan.

Meski demikian, Dedi mengakui aksi begal memang terjadi di Kota Bandung. Namun ia menegaskan, tidak sedikit pula kasus kecelakaan lalu lintas maupun tindak pidana lain yang keliru dinarasikan sebagai aksi begal sehingga memicu kepanikan publik.

Polisi Tangkap 19 Pelaku Kejahatan Jalanan

Sebagai bentuk penindakan, Polrestabes Bandung merilis hasil operasi pemberantasan kejahatan jalanan sepanjang 1–21 Juli 2026.

Dalam periode tersebut, polisi berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan, yang terdiri dari:

8 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
6 kasus pencurian dengan kekerasan.
Sejumlah tindak kriminal lainnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 19 tersangka, menyita berbagai jenis senjata tajam seperti samurai, celurit, kapak, palu, dan pisau belati, serta 11 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan.

Polrestabes Bandung menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.