Pewarta : Anis
Kota Depok – Komunitas Penggerak Pendidikan Non Formal Indonesia (KPPNFI) Kota Depok menggelar workshop penguatan kapasitas pembelajaran pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan berlangsung di PKBM Riyadhul Jannah dan diikuti puluhan tutor PKBM serta pendidik PAUD se-Kota Depok. Workshop ini digelar untuk menjawab tantangan implementasi Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam di lingkungan pendidikan nonformal dan usia dini.
Ketua KPPNFI Depok, Joy, mengatakan kegiatan dirancang agar para tutor memiliki keterampilan praktis dalam menyusun modul ajar berbasis pembelajaran mendalam.
“Ini untuk menjawab urgensi penerapan Deep Learning secara konkret di lapangan. Kami ingin tutor punya bekal metodologi yang bisa langsung dipakai,” ujar Joy.
Workshop dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama membahas penguatan konsep dasar Deep Learning.
Sesi kedua, peserta diajak praktik langsung menyusun rencana pembelajaran dan membuat media visual berupa infografis dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Peserta tidak hanya mendengar teori. Mereka langsung praktik membuat RPP dan media ajar berbasis AI agar pembelajaran lebih menarik,” jelas Joy.
Salah satu narasumber, Junaidi, mengaku bangga bisa berbagi praktik baik dalam kegiatan ini. Ia mengisi materi tentang penyusunan modul ajar berdiferensiasi dan penerapan project-based learning.
“Saya senang bisa terlibat. Antusiasme peserta luar biasa. Ini kesempatan baik untuk saling belajar dan meningkatkan kompetensi sebagai tutor,” kata Junaidi. Ia juga mengapresiasi profesionalisme KPPNFI dalam menyusun acara.
Hal senada disampaikan narasumber lainnya, Wulandari. Ia menilai semangat peserta menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas mengajar.
“Semoga KPPNFI terus konsisten menghadirkan pelatihan-pelatihan inovatif yang berkelanjutan,” harap Wulandari.
Joy menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga demi mutu pendidikan nonformal.
“Mari perkuat kolaborasi. Teruslah belajar, berbagi, dan memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tegasnya.
Salah satu peserta, Annis dari PKBM Karakter, mengaku mendapat banyak manfaat.
“Kegiatan ini sangat membantu tutor untuk membuat pembelajaran lebih berkualitas. Semoga ke depan bisa terus ada dan jadi wadah berbagi praktik baik,” ucap Annis.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Sesi tanya jawab ramai dan peserta tampak antusias mengikuti setiap materi.
Melalui kegiatan ini, KPPNFI Depok berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan kompetensi tutor PKBM. Tujuannya, mewujudkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas, inovatif, dan berdampak langsung bagi peserta didik, baik di Depok maupun secara nasional.

