Pewarta : Ida
Kota Bandung – Komitmen menjaga Kota Bandung tetap hijau diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan dunia usaha. Sebanyak 2.000 bibit pohon diserahkan untuk mendukung penghijauan sekaligus menambah ruang terbuka hijau di Kota Bandung.
Penyerahan bibit pohon tersebut berlangsung dalam rangkaian Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (10/8/2026), dan disaksikan langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Farhan mengapresiasi dukungan Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI) sekaligus pimpinan PT Buana Kasiti Group beserta jajaran yang turut mengambil bagian dalam upaya memperkuat penghijauan Kota Bandung.
“Terima kasih kepada Ketua DPP REI sekaligus pimpinan PT Buana Kasiti Group beserta seluruh jajarannya yang telah menunjukkan komitmen luar biasa untuk menyumbangkan bibit pohon agar Kota Bandung selalu hijau,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, dukungan dunia usaha tidak sekadar menambah jumlah pohon, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan, termasuk mempertahankan keberadaan pohon peneduh di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
Ia menyebut, dukungan tersebut mencakup 2.000 bibit pohon dari DPP REI dan 1.000 bibit pohon dari PT Buana Kasiti Group sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap keberlanjutan lingkungan Kota Bandung.
“Ini merupakan bentuk komitmen dari dunia usaha agar betul-betul menjaga Kota Bandung tetap menjadi kota yang selalu penuh dengan pohon peneduh,” katanya.
Jangan Berhenti di Penanaman
Farhan menegaskan, penghijauan tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan maupun penanaman bibit. Tantangan yang lebih besar justru memastikan pohon yang ditanam mampu tumbuh dan mendapatkan perawatan secara berkelanjutan.
“Walaupun tidak mudah sama sekali untuk bisa merawatnya, tetapi inilah amanat dan komitmen kita untuk tetap menjaga Bandung dengan ruang terbuka hijau biru,” ujarnya.
Konsep ruang terbuka hijau biru dinilai penting untuk menjaga keseimbangan dan kualitas lingkungan perkotaan secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program penghijauan membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, unsur kewilayahan, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.
Farhan menekankan, keberhasilan penghijauan tidak dapat hanya diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam. Faktor yang lebih menentukan adalah keberlanjutan pemeliharaan agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kota.
“Peran seluruh anggota masyarakat dari segala elemen harus betul-betul aktif dan menunjukkan kontribusi yang besar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kota tetap nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha tersebut sekaligus memperkuat semangat pembangunan Bandung Utama, yang menempatkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.













