Peristiwa

Ketua Umum DPP AKSI Kunjungi SDN 2 Sukaraja, Dorong Penguatan Keamanan dan Wibawa Sekolah

adminsigiku.com
×

Ketua Umum DPP AKSI Kunjungi SDN 2 Sukaraja, Dorong Penguatan Keamanan dan Wibawa Sekolah

Sebarkan artikel ini

Foto : Ketum DPP AKSI (tengah) Bersama Ibu Siti Julaeha (kanan DNK) Kepala SDN 2 Sukaraja, K3S dan pengurus PGRI

Pewarta : Fadhel

Kabupaten Sukabumi – Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd., bergerak cepat mengunjungi SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, untuk memberikan dukungan moral dan motivasi kepada pihak sekolah pasca insiden seorang oknum mengaku wartawan yang diduga dalam kondisi mabuk, masuk ke area sekolah hingga membuat kericuhan di lingkungan sekolah tersebut, Senin (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh insiden yang terjadi.

Dudung menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk gangguan dari pihak luar. Menurutnya, akses ke lingkungan sekolah perlu diperketat sehingga tidak sembarang orang dapat masuk tanpa kepentingan yang jelas.

“Sejatinya sekolah itu digembok dan dikunci. Tidak boleh orang sembarangan masuk,” tegas Dudung, Selasa (2/9/2026).

Ia menilai sekolah merupakan kawasan pendidikan yang memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, lingkungan sekolah harus dihormati sebagai area Wiyata Mandala yang diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan dan pembelajaran.

Dudung juga mengingatkan bahwa keamanan dan kenyamanan sekolah menjadi semakin penting pada jenjang sekolah dasar.

Menurutnya, anak – anak membutuhkan suasana yang damai, aman, dan kondusif agar dapat mengikuti pembelajaran sekaligus memperoleh penguatan karakter secara optimal.

“Sekolah adalah area sakral, area Wiyata Mandala. Tempat ini hanya untuk mendidik dan mengajar. Sekolah harus dihargai dan dihormati serta dijadikan tempat penguatan karakter,” ujarnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga marwah dan kewibawaan lembaga pendidikan.

Penguatan sistem keamanan sekolah, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh aktivitas pihak luar.

Dudung juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk tetap solid serta tidak takut dalam menjalankan tugas mendidik. Sekolah, ujarnya, harus menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman bagi siswa maupun seluruh warga sekolah.

“Apalagi di sekolah dasar, anak – anak sangat membutuhkan kedamaian dan kenyamanan untuk tumbuh serta mendapatkan penguatan karakter,” katanya.

DNK (sapaan akrab Dudung) berharap penanganan terhadap insiden tersebut dapat dilakukan secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan tata kelola keamanan di lingkungan sekolah.