Ragam

BPBD Cianjur Ajukan Lebih dari 10 Titik Sumur Bor ke BNPB untuk Atasi Kekeringan

adminsigiku.com
×

BPBD Cianjur Ajukan Lebih dari 10 Titik Sumur Bor ke BNPB untuk Atasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajukan pembangunan sumur bor di sejumlah kecamatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan selama musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan hingga saat ini terdapat 14 kecamatan di Cianjur yang terdampak kekeringan, mulai dari wilayah utara hingga selatan.

Sebagian besar wilayah masih dapat ditangani melalui pendistribusian air bersih menggunakan kendaraan tangki. Namun, sejumlah daerah memiliki akses yang sulit sehingga distribusi air tidak dapat dilakukan secara optimal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPBD Cianjur mengajukan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang, terutama bagi wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air saat musim kemarau.

“Keterbatasan anggaran membuat kami mengajukan bantuan pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan ke BNPB melalui Disperkimtan Kabupaten Cianjur, jumlahnya lebih dari 10 titik,” kata Samudra di Cianjur, Senin.

Ia berharap pengajuan tersebut dapat dikabulkan karena sejumlah wilayah yang diajukan tidak memiliki sumber air alternatif ketika musim kemarau. Kondisi itu memaksa sebagian warga mencari air hingga menempuh jarak sekitar empat kilometer ke kawasan perbukitan.

Adapun wilayah yang masuk dalam pengajuan penanganan kekeringan meliputi sejumlah kecamatan yang rutin terdampak setiap musim kemarau, di antaranya Cikalongkulon, Cibeber, Karangtengah, Mande, Haurwangi, Cilaku, Naringgul, Leles, Kadupandak, Cibinong, Campaka, Agrabinta, dan Sindangbarang.

Di sejumlah wilayah tersebut, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga maupun keperluan pertanian. Selama kekeringan berlangsung, kebutuhan air warga dipasok melalui distribusi air bersih menggunakan kendaraan tangki dengan volume lebih dari 10 ribu liter per hari di sejumlah lokasi.

“Sumber mata air warga mengering, terlebih kemarau panjang tahun ini. Sumur dangkal dan sungai tidak lagi berisi air, sehingga solusi yang diharapkan warga adalah sumur bor yang sudah kami ajukan ke pusat melalui BNPB,” ujarnya.

BPBD Cianjur terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk PMI Cianjur, Perumdam Cianjur, dan Polres Cianjur, untuk memastikan pendistribusian air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Koordinasi tersebut dilakukan dengan membagi jadwal distribusi agar permintaan masyarakat di berbagai kecamatan dapat terpenuhi secara merata.

“Dalam satu hari, total air yang disalurkan petugas gabungan mencapai 65 ribu liter dan didistribusikan ke sembilan sampai 14 kecamatan terdampak sesuai permintaan,” pungkas Samudra.