Pewarta : Ida
Kota Bandung — SMKN 14 Bandung kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah seni di Jawa Barat melalui Pameran Sijawara Sabakota 2026. Beragam karya kreatif siswa dari seluruh jurusan dipamerkan di Bandung Creative Hub, Selasa (1/9/2026).
Pameran yang berlangsung selama dua hari tersebut bukan sekadar ajang memajang karya. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk membawa hasil proses pembelajaran dari lingkungan sekolah ke ruang publik sekaligus memperkenalkan potensi SMKN 14 Bandung kepada masyarakat.
Guru pendamping sekaligus Tim Penggagas Pameran Sijawara Sabakota 2026, Raksa Griya Ramadan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan SMKN 14 Bandung sebagai sekolah yang memiliki kekuatan di bidang seni rupa.
“Kami ingin memperkenalkan lagi kepada keluarga Kota Bandung dan masyarakat bahwa ada sekolah seni rupa di Kota Bandung. Khususnya di Jawa Barat, ada sekolah seni rupa yang sangat luar biasa,” ujar Raksa.
Menurutnya, karya yang dipamerkan merupakan gambaran dari proses panjang pembelajaran siswa. Mereka tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi dituntut menghasilkan karya yang mampu berbicara ketika dipertemukan dengan masyarakat.
“Anak-anak yang selama ini belajar dan berkarya di sekolah ingin keluar dari belenggu ruang kelas. Sekarang mereka keluar untuk menunjukkan sudah menjadi apa anak – anak setelah belajar di sekolah,” katanya.
Lintas Jurusan, Lintas Karya
Pameran Sijawara Sabakota 2026 menghadirkan karya dari berbagai program keahlian di SMKN 14 Bandung.
Karya desain komunikasi visual (DKV), animasi hingga teknik perbaikan bodi otomotif turut ditampilkan. Begitu pula karya dari program Desain dan Produksi Kriya yang mencakup kriya batik dan tekstil, kriya keramik, kriya kulit dan imitasi, kriya logam dan perhiasan, serta kriya kayu dan rotan.
Namun, tidak semua karya siswa otomatis masuk ruang pamer. Setiap karya terlebih dahulu melalui proses kurasi untuk menentukan karya yang dinilai layak ditampilkan kepada publik.
Pameran juga menjadi semakin menarik dengan hadirnya karya para alumni. Kehadiran mereka tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi sekaligus memperlihatkan bagaimana proses pendidikan di SMKN 14 Bandung dapat berlanjut menjadi profesi dan sumber penghidupan.
“Kenapa kami mengundang alumni? Kami ingin memperlihatkan bahwa alumni SMKN 14 itu sudah menjadi seniman. Menjadi seniman itu bisa hidup,” ujar Raksa.
Ia menyebut sejumlah alumni telah mampu berdiri secara mandiri melalui karya masing-masing. Sebagian mengembangkan UMKM, menerima berbagai proyek kreatif, hingga mengembangkan usaha keramik dengan pasar dan proyek dari luar sekolah.
Bagi Raksa, pengalaman para alumni tersebut penting diperlihatkan kepada siswa untuk mengubah pandangan bahwa dunia seni hanya berkutat pada ekspresi dan kreativitas.
Justru sebaliknya, seni dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi apabila ditekuni secara konsisten.
“Menjadi seniman itu kalau konsisten dan tekun bisa menghasilkan lahan ekonomi. Bahkan kita bisa menjadi bos dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Belajar Berkarya, Belajar Berwirausaha
Antusiasme juga datang dari siswa. Arya Dira Winata, siswa kelas XI Kriya SMKN 14 Bandung, menilai pameran memberikan pengalaman penting bagi siswa untuk memperkenalkan karya sekaligus belajar melihat nilai ekonomi dari kreativitas mereka.
“Karya mereka bisa diapresiasi, bahkan dijual kepada orang lain. Dari situ siswa juga bisa belajar berwirausaha,” ungkap Arya.
Ia mengaku tertarik dengan sejumlah karya keramik yang dipamerkan. Menurutnya, karya tersebut memiliki karakter dan nilai seni tersendiri.
Pameran Sijawara Sabakota 2026 digelar selama dua hari di Bandung Creative Hub. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi.
Melalui pameran ini, SMKN 14 Bandung tidak hanya memperlihatkan karya siswa kepada publik, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa pendidikan seni dapat menjadi ruang untuk membangun kreativitas, keberanian berkarya, hingga kemandirian ekonomi generasi muda.













