Pewarta : Red
Jakarta – Polri didorong melakukan transformasi menyeluruh untuk menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta pola kejahatan yang semakin kompleks.
Dorongan tersebut disampaikan IJP Purn. Drs. Sisno Adiwinoto, M.M., dalam Diskusi Pusat Kajian Ilmu Kepolisian PSIK PTIK di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sisno menilai, meningkatnya kejahatan digital seperti penipuan online, judi online, pinjaman online ilegal, peretasan data, hingga penggunaan teknologi deepfake membutuhkan kemampuan kepolisian yang semakin adaptif.
Menurutnya, Polri perlu memperkuat unit siber, meningkatkan kapasitas forensik digital, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan analisis data untuk mendukung pencegahan dan pengungkapan kejahatan.
Selain transformasi teknologi, peningkatan kepercayaan publik juga dinilai menjadi prioritas. Polri diharapkan mengedepankan pendekatan humanis, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta meningkatkan komunikasi publik melalui berbagai platform digital.
Sisno juga menekankan pentingnya kesiapan Polri menghadapi ancaman baru, termasuk kejahatan transnasional, narkoba, perdagangan orang, terorisme, hoaks, disinformasi, hingga berbagai potensi krisis sosial.
Dari sisi internal, penguatan sumber daya manusia menjadi kebutuhan utama melalui rekrutmen dan pelatihan yang menyesuaikan perkembangan hukum, teknologi, psikologi, dan komunikasi. Spesialisasi seperti penyidik, forensik digital, mediator konflik, dan polisi komunitas juga perlu diperkuat.
Dalam penegakan hukum, Polri didorong mengedepankan keadilan yang responsif dan berkeadilan, termasuk memperluas penerapan restorative justice untuk perkara tertentu serta memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Polri harus bertransformasi dari sekadar penegak hukum menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan,” kata Sisno.
Ia merekomendasikan penyusunan Roadmap Transformasi Digital 2025–2030 yang bertumpu pada empat pilar, yakni SDM Unggul, Teknologi Presisi, Hukum Adaptif, dan Kepercayaan Publik.
Transformasi tersebut, menurut Sisno, perlu diperkuat melalui sinergi Polri dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, komunitas, akademisi, dan sektor swasta.
Pendekatan itu diharapkan mampu membangun kepolisian yang lebih modern, responsif, profesional, serta mampu menjawab tantangan keamanan di era perubahan.













