Ragam

Musda IV MUI Ogan Ilir Berlangsung Khidmat, Dinamika Tatib Tetap Dalam Suasana Ukhuwah

adminsigiku.com
×

Musda IV MUI Ogan Ilir Berlangsung Khidmat, Dinamika Tatib Tetap Dalam Suasana Ukhuwah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Heri Kusnadi

Kab. Ogan Ilir – Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026 berlangsung di Aula MMR UQI Ittifaqiyah Indralaya, Sabtu (26/9/2026).

Musda yang diikuti perwakilan MUI kecamatan dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tersebut menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan MUI Ogan Ilir masa khidmat 2021-2026 sekaligus pemilihan kepengurusan untuk masa khidmat 2026-2031.

Ketua Panitia Pelaksana Musda IV MUI Ogan Ilir, Dr. Zaimuddin Al Hafidz, M.Si., mengatakan, pelaksanaan Musda merupakan bagian dari amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MUI.

“Musda ini menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan MUI Ogan Ilir masa khidmat 2021-2026 sekaligus memilih ketua untuk masa khidmat 2026-2031,” ujarnya dalam laporan panitia.

Menurut Zaimuddin, Musda diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan ukhuwah di antara ulama, pemerintah daerah, ormas Islam, serta masyarakat Ogan Ilir.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pelaksanaan Musda IV MUI Ogan Ilir.

Ia mengingatkan agar MUI tetap menjadi satu kesatuan dan pengurus yang menerima amanah dapat menjalankan tugas dengan ikhlas serta penuh tanggung jawab.

“Siapa pun yang nantinya menerima amanah, hendaknya dapat melaksanakan amanah tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab untuk kemajuan MUI,” katanya.

Supadmi juga menekankan pentingnya MUI mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Menurutnya, MUI diharapkan dapat menjadi teladan bagi umat sekaligus menjalankan peran sebagai pewaris risalah Nabi Muhammad SAW.

Ia juga mengingatkan agar pengurus MUI memiliki kepribadian yang santun, tidak menyakiti kelompok atau golongan lain, serta mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

“Jangan mengecilkan sesama umat Islam karena perbedaan organisasi,” pesannya.

Menurut Supadmi, keberadaan MUI harus dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai kondisi. Karena itu, pengurus MUI diharapkan tidak hanya hadir secara kelembagaan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi terhadap persoalan umat.

Ia juga mengingatkan agar pengurus tidak mengedepankan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Supadmi menyampaikan bahwa pengabdian di MUI sebaiknya tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan materi.

“Jangan bertanya apa yang didapat dari MUI, tetapi bertanyalah apa yang telah diperbuat untuk MUI,” ujarnya.

Dinamika Pembahasan Tata Tertib

Pelaksanaan Musda IV MUI Ogan Ilir berlangsung secara khidmat. Namun, dinamika terjadi ketika pembahasan dan pembacaan tata tertib Musda.

Sejumlah peserta menyampaikan interupsi dan pandangan terkait tata tertib yang dibahas. Meski sempat berlangsung cukup dinamis, proses tersebut tetap berjalan dalam suasana ukhuwah dan kekeluargaan.

Tahapan Musda kemudian dilanjutkan hingga pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan MUI Ogan Ilir masa khidmat 2021-2026.

Utusan MUI kecamatan dan ormas Islam pada prinsipnya memberikan apresiasi terhadap kepengurusan periode sebelumnya dan menerima laporan pertanggungjawaban tersebut.

Sejumlah peserta juga memberikan catatan, di antaranya perlunya penyusunan standar capaian program agar hasil pelaksanaan program organisasi dapat diukur secara lebih jelas.

Nurhasan Kembali Pimpin MUI Ogan Ilir

Dalam agenda pemilihan ketua, Dr. H. Nurhasan, M.Ag., kembali dipercaya memimpin MUI Kabupaten Ogan Ilir untuk masa khidmat 2026-2031.

Nurhasan terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang diajukan dalam proses pemilihan.

Dengan terpilihnya kembali Nurhasan, Musda IV MUI Ogan Ilir menetapkan keberlanjutan kepemimpinan organisasi untuk periode lima tahun mendatang.

Ketidakhadiran Kepala Daerah Jadi Perhatian

Di tengah pelaksanaan Musda, ketidakhadiran Bupati Ogan Ilir, Wakil Bupati Ogan Ilir, maupun Sekretaris Daerah Ogan Ilir turut menjadi perhatian sejumlah peserta.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat ulama yang menyayangkan ketidakhadiran unsur pimpinan pemerintah daerah dalam agenda tersebut. Hal itu disampaikan dengan alasan Musda MUI merupakan momentum berkumpulnya para ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Ogan Ilir.

Hubungan ulama dan umara (pemerintah) juga dipandang sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Meski demikian, ketidakhadiran unsur pemerintah daerah tersebut tidak menghentikan rangkaian Musda. Seluruh tahapan agenda organisasi tetap berlangsung hingga proses pemilihan ketua untuk masa khidmat 2026-2031 selesai dilaksanakan.

Musda IV MUI Ogan Ilir selanjutnya diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran MUI dalam memberikan pembinaan serta pelayanan keumatan di Kabupaten Ogan Ilir.