Ragam

Hujan Lebat Mengintai Sepekan, BPBD Cianjur Waspadai Banjir hingga Longsor

adminsigiku.com
×

Hujan Lebat Mengintai Sepekan, BPBD Cianjur Waspadai Banjir hingga Longsor

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur — BPBD Kabupaten Cianjur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul prakiraan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berpotensi terjadi selama sepekan ke depan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudera Wira Purnama mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Cianjur berpotensi diguyur hujan yang disertai petir dan angin kencang.

“Secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur,” kata Samudera, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, pergeseran tanah, angin kencang hingga pohon tumbang.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena sebagian besar wilayah Cianjur memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi. Ancaman juga perlu menjadi perhatian masyarakat di wilayah selatan Cianjur.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu – waktu. Warga yang tinggal di sekitar lereng, tebing, bantaran sungai, maupun kawasan rawan longsor diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Nelayan di wilayah selatan Cianjur juga telah diimbau untuk sementara tidak melaut menyusul kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Wilayah Puncak Mulai Diwaspadai

Kewaspadaan menghadapi musim penghujan juga ditingkatkan Pemerintah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kawasan Puncak dinilai memiliki sejumlah titik yang rawan bencana, terutama longsor.

Camat Cisarua Heri Risnandar mengatakan, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Puncak sehingga langkah antisipasi perlu diperkuat.

“Iya, kita tetap waspada menghadapi musim hujan kali ini, karena khawatir terjadi bencana,” ujar Heri, Senin (5/10/2026).

Heri mengatakan, Kecamatan Cisarua memang tidak masuk dalam wilayah yang ditetapkan sebagai daerah darurat bencana berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bogor 2026. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya mengurangi kewaspadaan.

Menurutnya, kawasan perbukitan Cisarua tetap memiliki potensi longsor, khususnya setelah sebelumnya mengalami musim kemarau. Perubahan kondisi tanah saat mulai diguyur hujan dapat memicu pergerakan tanah, termasuk longsor dalam skala kecil.

Karena itu, pemerintah kecamatan meminta masyarakat dan seluruh pihak terkait tetap melakukan langkah antisipasi, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu lama.