Pewarta : Herlina SC
Kab. Bandung Barat – Seorang pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) keripik singkong di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami kecelakaan kerja setelah jarinya terjepit mesin penggiling daging, Selasa (3/11/2026).
Korban bernama Saepul Anwar, warga asal Cianjur. Insiden terjadi ketika korban sedang menggiling daging untuk kebutuhan produksi. Proses evakuasi korban bahkan harus melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) KBB karena tangan korban tidak bisa dilepaskan dari mesin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban memasukkan daging ke dalam mesin penggiling menggunakan tangan. Korban diduga berusaha menekan daging agar proses penggilingan berlangsung lebih cepat.
“Korban berusaha menekan daging agar proses penggilingan berlangsung lebih cepat. Karena diduga kurang berhati – hati, jari korban justru masuk terlalu dalam hingga terjepit bagian mesin,” kata Siti.
Menurutnya, laporan kejadian diterima petugas Damkar KBB pada pukul 09.25 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit kendaraan penyelamatan dari Markas Komando (Mako) Ngamprah langsung diterjunkan ke lokasi di Jalan Sinar Jaya RT 04 RW 14, Desa Batujajar Barat.
Petugas tiba sekitar pukul 10.12 WIB dan langsung melakukan proses penyelamatan menggunakan peralatan khusus, termasuk mesin pemotong besi untuk melepaskan bagian mesin yang menjepit tangan korban.
“Proses evakuasi berlangsung lebih dari tiga jam hingga tangan korban berhasil dilepaskan dari mesin,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi, Saepul kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sebelumnya, mesin penggiling telah dimatikan untuk mencegah cedera korban semakin parah.
Siti mengingatkan para pelaku usaha dan pekerja, khususnya yang menggunakan mesin dalam kegiatan produksi, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja.
Ia menegaskan, pengoperasian mesin tanpa memperhatikan prosedur keselamatan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius, terutama pada peralatan yang memiliki komponen berputar.
“Kami imbau warga memperhatikan keselamatan kerja, terutama saat mengoperasikan mesin penggiling yang memiliki komponen berputar dan berpotensi membahayakan anggota tubuh,” pungkasnya.













