Pewarta : Fadhel
Kota Sukabumi – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota Sukabumi di Operation Room Setda Kota Sukabumi, Jum’at (6/11/2026).
Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten daerah, staf ahli, kepala SKPD, pimpinan BUMD, camat, dan lurah tersebut membahas evaluasi kinerja aparatur serta percepatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.
Ayep meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Evaluasi kinerja ASN akan diperkuat melalui indikator kehadiran, partisipasi dalam rapat penting, serta penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) BPK.
Percepatan PAD menjadi salah satu perhatian utama. Ayep menginstruksikan Sekretaris Daerah mengoordinasikan seluruh OPD penghasil pendapatan untuk menyusun data potensi, objek, dan target pendapatan yang realistis, termasuk dari sektor pajak, retribusi, parkir, dan bagi hasil penjualan.
Pemkot juga akan memperkuat penagihan PBB-P2 dan menetapkan target peningkatan PAD tunai guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Di sektor pelayanan masyarakat, Ayep meminta percepatan penanganan persoalan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Ia menegaskan tidak boleh ada anak usia sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA yang putus sekolah.
Penyelesaian pendidikan melalui program Paket A, B, dan C juga diminta dipastikan agar peserta didik terdata dalam Dapodik dan memperoleh hak bantuan pendidikan.
Selain itu, Pemkot Sukabumi merencanakan pelaksanaan pasar murah pada 2027 di 200 titik untuk membantu masyarakat menjaga daya beli.
Rapim juga menekankan penyelesaian program Grebeg Desil agar seluruh penerima bantuan terdata dan masuk dalam sistem.
Ayep turut meminta pengawasan dan evaluasi kinerja perangkat daerah dilakukan secara konsisten, termasuk penegakan disiplin ASN serta pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi. Setiap perangkat daerah juga diwajibkan memublikasikan kegiatan melalui media sosial.
Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, menekan pengangguran dan stunting, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Sukabumi.













