Pewarta: Dwi Arifin S.Pd
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)- Majelis Dakwah Syubbaanul Uluum memprogramkan dakwah ke pelosok daerah. Hal ini didasari oleh hasil pengamatan yang menyimpulkan sangat sulitnya muslim di pelosok daearh untuk mendapatkan ilmu tentang agama. Ustad Hasan Sadiqin S.Pd dan Randy Falaq Umair S.Pd menyampaikan pesan dakwah dengan tema “Kaya Hati Adalah Gerbang Kebahagian”. Acara berlangsung di Masjid kampung Cipanganten Patenggang Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung dari mulai pukul 14:00-15:00wib, minggu 10 maret 2019.
Dalam awal dakwahnya Ustad Randy menyampaikan tentang pentingnya menumbuhkan majelis ilmu. “Ibu-ibu, bapak/bapak, alhamdulillah kita berada di majelis ilmu. Kita tidak akan membahas politi, artis atau yang lainnya. Karena artis dan dunia politik sudah dibahas di televisi. Hari ini kita akan membahas tentang ilmu agama” ungkapnya kepada jam’ah yang hadir
Ustad Randy mengingatkan bahwa kita harus istiqomah dalam menuntut ilmu. Diantara gerbang yang ditempuh oleh iblis untuk menyesatkan manusia ialah menghilangkan majelis ilmunya. Perlu diketahui iblis itu sangat benci terhadap majelis ilmu. Karena dengannya manusia akan mendapatkan ilmu/hidayah yang akan menghindarkan dirinya dari kemaksiatan. Karena dengan di majelis ilmu, orang beriman bertemu dengan orang-orang sholeh.
Ustad Randy memaparkan tentang kondisi saat ini. Di era globalisasi serta persaingan hidup yang semakin ketat, menjadikan manusia hari ini berpacu dengan waktu untuk terus mengejar impian dan angan-angannya. Seakan-akan dunia sempit dengan hanya persaingan manusia memperebutkan tahta/jabatan, harta dan wanita.
Rasulullah shallaahu alaihi was sallam bersabda: “Maka demi Allah, bukanlah kefaqiran yang aku takutkan akan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah tatkala dunia sudah dibentangkan kepada kalian, sebagaimana telah dibentangkan kepada umat sebelum kalian, sehingga kalian pun berlomba-lomba mengumpulkan dunia, sebagaimana mereka berlomba-lomba dalam dunia. Akhirnya dunia ini membinasakan kalian sebagaimana dunia ini telah membinasakan mereka.
Sebagian kita sibuk membuat kaya harta Seluruh waktunya untuk harta dan jadi budak harta. Sebagian juga sibuk memperbaiki wajah dan penampilan menjadi budak pakaian yang modis dan trend. Karakter ini mengakar hingga lapisan masyarakat. Pola pikir mereka bergeser sangat jauh dari pola hidup yang diterapkan Rasulullah terkait dengan konsep kekayaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang haqiqi adalah kaya hati (jiwa)” (HR Al-Bukhari & Muslim)
Imam As-Syafii rahimahullah berkata, “Jika engkau memiliki hati yang selalu qana’ah … Maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia”
Imam Asy-Syafi’i menjelaskan bahwa Qana’ah adalah menerima apa adanya Yang telah Allah rezekikan kepadanya Setelah ia berusaha.
Dalam kesempatan tersebut Ustad Hasan Sadiqin S.Pd melengkapi ceramah Ustad Randy dengan menyampaikan tentang. Pentingnya menghadirkan sikap sabar dan syukur untuk menjadi pribadi yang kaya hati.














