Pewarta : Alex
Tangerang – Kepolisian memberikan pertolongan medis kepada seorang balita berusia dua tahun yang mengalami demam dan muntah-muntah saat berada di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9/2026) pagi.
Balita bernama Ziankq Albara tersebut mendapat penanganan dari Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah petugas menerima laporan adanya penumpang yang membutuhkan bantuan medis.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan, informasi mengenai kondisi balita itu pertama kali diterima dari Kapospol Terminal 2.
“Petugas Sidokkes Polresta Bandara Soetta kemudian langsung menuju lokasi,” ujar Wisnu dalam keterangannya.
Ziankq diketahui berada di bandara bersama ibunya, Depi Sihite (30). Keduanya telah berada di kawasan bandara selama dua hari sembari menunggu jadwal keberangkatan ke daerah tujuan.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, tim medis mendapati kondisi balita tersebut tampak lemas dan terus menangis. Berdasarkan hasil anamnesis, Ziankq memiliki berat badan sekitar 8 kilogram.
Kepada petugas, pihak keluarga menyampaikan bahwa anaknya mengalami demam, rewel, serta muntah-muntah selama berada di bandara.
Tim Dokkes kemudian melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter piket untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Setelah mendapat perawatan, termasuk pemberian obat dan vitamin, kondisi Ziankq berangsur membaik. Suhu tubuhnya mulai turun dan balita tersebut kembali mau makan sebelum akhirnya tertidur.
“Keluarga tersebut dijadwalkan berangkat ke daerah tujuan pada pukul 11.00 WIB,” kata Wisnu.
Wisnu menegaskan, pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jasa bandara.
“Hari ini tim Dokkes kami telah memberikan pertolongan kepada seorang anak yang mengalami demam dan dehidrasi di Terminal 2,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan personel kepolisian di lingkungan bandara tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Penanganan terhadap balita tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan humanis Polri, khususnya dalam memastikan pengguna jasa bandara tetap memperoleh pertolongan ketika menghadapi kondisi darurat selama berada di kawasan bandara.













