Peristiwa

Hati – Hati, Penelpon Mengaku Dari Kejaksaan Beredar Di Sumedang

adminsigiku.com
×

Hati – Hati, Penelpon Mengaku Dari Kejaksaan Beredar Di Sumedang

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Penelpon mengaku petugas dari Kejaksaan Negeri Sumedang, kini beredar di Sumedang. Ditenggarai motivasi dari penelpon itu rupanya berupaya mencari keuntungan pribadi berupa nominal uang dari sejumlah orang yang dihubunginya.

Kenyataan itu dialami oleh Sabidin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Paku Alam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, saat dijumpai koransinarpagijuara.com di ruang kerjanya, Jum’at (10/1/20).

” Tadi sewaktu saya sibuk mempersiapkan acara hari sejuta pohon, tiba – tiba saya di ditelpon orang tak dikenal mengaku dari Kejaksaan Sumedang “, ujar Sabidin kepada koranainarpagijuara.com.

Dikatakan Sabidin lagi, awal nya dia tak menanggapi tapi berikutny orang itu mengaku bernama Rizki, dan mengatakan di kantor akan ada kegiatan kedatangan tamu dari KPK, BPKP dan Kejati.

“Jadi gimana ya, kami perlu biaya akomodasi dan kini kami kekurangan, jadi minta dibantu, lah”, ujar Sabidin, menirukan.

Dari campur kaget, juga lagi sibuk menjadi tuan rumah acara hari sejuta pohon yang di gagas Polri. Dia masih sempat berpikir untuk menanyakan kebenaran omongan orang itu kepada salah seorang petugas Kejaksaan yang dikenal nya.

“Saya langsung menelpon Pak Andi untuk meng cross chek. Dan kata Pak Andi kalau nama Rizki memang ada, itu kepala Kejaksaan Negeri Sumedang. Namun sekarang dia sedang cuti dan tidak mungkin beliau melakukan itu. Juga di kantor kami tidak ada kegiatan itu. Jadi abaikan saja “, jelas nya.

Selain menghubungi orang Kejaksaan dia juga menelpon ke Ketua Apdesi Kecamatan Darmaraja, Oo. Dari pengakuan Ketua Apdesi itu, mengatakan dengan ungkapan yang sama dia juga sempat dihubungi orang yang mengaku dari petugas Kejaksaan Sumedang.

Namun, kata Sabidin, nama nya bukan Rizki tapi dia mengaku bernama Agus. Dan setelah di check ke Kejaksaan sama Ketua Apdesi Darmaraja, ternyata nama itu tidak ada,

” Waktu saya chek nomor WA nya ternyata sama dengan orang yang menghubungi saya. Dengan menggunakan DP di WA nya, lambang Kejaksaan”, jelas Sabidin.