Pewarta : Fitri
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Jalan ini sebetulnya bukanlah jalan baru, Jalur jalan dari Pasir Jeungjing Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut sampai Perkebunan Banaerang hingga Cikopi Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut merupakan jalan perkebunan jalan padati atau jalan angkutan hasil perkebunan kina kopi, lemo dan rempah-rempah lainnya yang diangkut oleh kerbau dan sapi, pada saat zaman Kolonial Belanda.
“Terkait Pembangunan yang sedang berjalan, Saya minta proses pembangunannya dihentikan sebelum Amdal nya keluar,” ucap Lukmanul Hakim, Ketua Forum Peduli Cikaengan (FPC), Kamis (27/2/20).

Menurutnya, Pemda jangan gegabah, harus betul-betul teliti memperhatikan keberadaan satwa yang dilindungi, rusaknya ekosistem dikawasan setempat, hilangnya resapan air akibat dari pembukaan lahan yang dapat mengakibatkan bencana erosi, banjir dan lainnya.
Sebagai mana diketahui bahwa dikaki Gunung Cikurai itu terdapat Hulu Sungai Cikaengan yang mengairi empat Kecamatan Banjarwangi, Singajaya. Pendeuy, dan Cibalong yang airnya dipergunakan warga untuk mengairi lahan pertanian dan menjadi sungai pabeasan bagi warga di 4 kecamatan tersebut.
“Jangan sampai proses pembangunannya merusak Hulu sungai di kawasan tersebut,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, kajian Amdalnya harus teliti dan komprehensif memperhatikan semua dampak yang akan terjadi dikemudian hari.
“Berhentikan pembangunannya sebelum proses pembuatan Amdal beres, tujuan baik harus berjalan dalam proses yang benar,” pungkasnya.
