Pewarta : Lina
Koran SINAR PAGI, Lembang/KBB,- Dalam rangka turut memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke – 73 tahun 2018 masyarakat Rw.16 Kampung Nagrak Kulon, Desa Suka Jaya, Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (24/08/18), menggelar pesta rakyat atau dikenal dengan “Hajat Lembur” sebagai kegiatan rutin tahunan dalam menjaga tradisi dan adat masyarakat sekaligus mengenalkannya kepada wisatawan.
Kegiatan Agustusan dengan mengadakan do’a bersama untuk arwah para pahlawan, serta para leluhurnya, juga keselamatan daerahnya dari segala bentuk marabahaya yang dikemas dalam acara Hajat Lembur pada Sabtu (24/08/18) tersebut dihadiri Kepala desa, aparat desa, kasi Trantib, perwakilan DisParbud dan para tokoh masyarakat, juga para pemuda Desa Suka Jaya.
Dedi Priadi yang akrab dipanggil Didit sebagai tokoh pemuda dan Kader Motivator Generasi Muda di Kp.Nagrak menjelaskan, “Hajat Lembur Kampung Nagrak Kulon sudah mulai menjadi tradisi tahunan masyarakat sejak tahun 1950 an sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana segala nikmat telah diberikan kepada kita patut kita syukuri,” terangnya.
Pemerintah Desa Suka Jaya lanjut dia, sangat mendukung kegiatan yang langsung memberikan edukasi kepada generasi muda ini, agar dapat mewarisi dan meneruskan para leluhurnya, sehingga kegiatan hajat lembur ini patut untuk terus dipertahankan karena merupakan salah satu tradisi kearifan lokal sekaligus menumbuh kembangkan masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai budaya sendiri.
“Kampung Nagrak Kulon sudah mulai dibenahi sebagai kawasan wisata, kami sebagai pemuda disini dan dibantu oleh masyarakat sekitar berusaha untuk mempercantik kampung kami ini kedepannya dijadikan sebagai kawasan desa wisata,” ujarnya.
Sejak itu, lanjut dia, Kampung Batu Lonceng banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung situs dan beberapa kesenian sunda seperti sisingaan, pencak silat, seni tarawangsa, dan wayang golek sebagai kesenian Budaya Pasundan, tutur Didit.
Kepala Desa Suka Jaya, Asep Cahya Wijaya berharap kepada seluruh warga masyarakat desanya untuk menjadi pejuang yang terus memperjuangkan kegiatan adat budaya Sunda agar terus lestari di Kecamatan Lembang khususnya.
“Selain untuk memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke 73 juga untuk memperingati hari bumi, filosofinya bumi merupakan tempat kita hidup dan berpijak, kalau alam atau bumi diganggu, maka alam atau bumi akan menganggu kita, untuk itu mari kita lestarikan, lingkungan dan alam kita, diawali dengan hal – hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, biasakan menanam pohon, memilah sampah dan lainnya,” ujar dia.
Menurut dia, Desa Suka Jaya memiliki banyak potensi budaya mulai dari anak – anak sekolah, seniman dan budayawan, “Mudah – mudahan kedepannya kegiatan ini akan lebih meriah lagi, tentunya bisa lebih meningkatkan kelestarian budaya karena budaya merupakan jati diri atau identitas bangsa” ujarnya.














