Liputan Khusus

Proyek Siluman SDN Indragiri I Kec. Rancababali Kab. Bandung

adminsigiku.com
×

Proyek Siluman SDN Indragiri I Kec. Rancababali Kab. Bandung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI. Kab. Bsndung,-Pelaksanaan kegiatan pembangunan beberapa ruang Kelas SD indragiri 1 Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, menimbulkan pertanyaan publik, memberi julukan proyek siluman, pasalnya tidak adanya  papan informasi proyek, yang menjelaskan nama kegiatan, biaya/besar anggaran, lama pengerjaan dan sumber pendanaan.

Sementara itu hasil pantauan Koran SINAR PAGI, atas pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut, secara aspek teknis diduga banyak kejanggalan  seperti penggunaan besi beton tiang penyangga sejatinya dipakai ukuran 14 inci ternyata di pasang besi 10 inci.

Selanjutnya Koran SINAR PAGI, menemui Kepsek SDN Indragri I, untuk diwancarai, saat itu berada di kantor SMP Assallam kampung Sukaresmi

Saat diwawancarai Kepsek SDN Indragiri I,  Ajang menjelaskan, kegiatan atau proyek tersebut adalah rehab 4 ruang kelas dengan anggaran sebesar Rp 240.000.000,-  sumber anggaran APBD Kab. Bandung thn 2018.  Ketika ditanya perihal bahan bekas pakai seperti asbes, kayu, Ajang menjawab bagan bekas tersebut diambil masyarakat tanpa ijin atau sepengetahuan pihaknya dan dinas terkaitpun tidak diberitahukan keberadaan bahan/material  bekas tersebut.

Ditempat terpisah, pengusaha bahan bangunan yang berlokasi di Kmp. Datar Puspa, Kec. Rancabali H. Joko Susilo S.Sos, mengeluhkan soal tunggakan pembayaran material untuk proyek rehab ruang SD Indragiri I. Menurut H Joko, Kepsek SDN I indragiri Ajang yang mengambil bahan material untuk proyek tersebut hingga berita ini ditayangkan tidak kunjung di bayar, dengan alasan menunggu pencairan tahap dua.  Keterangan yang berhasil diperoleh Koran SINAR PAGI, dari bagian keuangan Dinas Pendidikan Kab. Bandung, via sms menjelaskan bahwa uang tahap dua dimaksud sudah dicairkan lebih kurang lebih dua minggu yang lalu.

Sementara itu  komite SD  indragiri 1 saat diwawancara Oleh Koran SINAR PAGI, menjelakan, bahwa total anggaran untuk rehab 4 ruang kelas sebesar Rp. 300.000.000,- sedang terkait  keberadaan barang bekas pakai, seperti asbes dan kayu,  pihaknya tidak tahu -menahu.