Pewarta : Imam K
Koran SINAR PAGI, Bangka,- Bupati Bangka Mulkan menegaskan bahwa sejak dilantik dan terpilih jadi Bupati dirinya tidak pernah menandatangani apapun terutama terhadap pembangunan patung Bunda Maria yang konon kabarnya terbesar di Asia, demikian dikatakannya ketika di wawancara wartawan KSP seusai pelantikan ASN dilingkungan Pemkab Bangka. Senin (31/12).
Hal ini kata Bupati Bangka Mulkan perlu kita klarifikasi da sebenarnya hal ini terlalu dibesar-besarkan, “Kita maklumlah inikan tahun-tahun politik dan kami selaku kepala daerah tidak mungkin mengizinkan seandainya benar itu ada pembangunan patung terbesar di Asia ini” jelas Mulkan.
Dikatakan, tidak boleh ada diskriminisi terhadap satu agama, namun kita harus melihat setuasi dan kondisi karena kabupaten Bangka mayoritas adalah muslim, papar Bupati, seraya menegaskan bahwa hal itu tidak mungkin dan pihaknya memastikan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Mulkan mengungkapkan, sepengetahuan dirinya sejak menjabat Bupati Bangka dirinya belum pernah mengizinkan hal itu, tetapi kemungkinan dizaman kepala daerah terdahulu.
“Yang pasti kata Mulkan sampai dengan hari ini dan saya sudah memanggil staf-staf saya dan hal itu tidak ada,” katanya.
Sebenarnya kata orang nomor satu dijajaran Pemkab Bangka bahwa daerah sana akan dijadikan kawasan wisata religi dimana nantinya ada beberapa tempat dan rumah ibadah, termasuk juga mesjid terbesar yakni Mesjid Cangho.
Karena daerah Tanjung pesona mulai dari Rambak sampai ke Rebo itu adalah kawasan Ekonomi Khusus (KEK)yang diusulkan oleh pemimpin sebelumnya dan Insya Allah mungkin pada awal-awal tahun ini akan direalisasikan berikut PP dari pada persetujuan terhadap pelepasan KEK,terang Mulkan.
“Jadi masyarakat tidak usah kuatir karena kami tidak akan tinggal diamlah dan tidak mungkinlah,” tegas Mulkan.
Ketika disinggung apakah sudah ada pemanggilan terhdap pihak yang diduga ada kaitanya d pemmbangun patung Bupati Bangka Mulkan menegaskan bahwa pihak tersebut mengatakan sampai dengan hari ini tidak ada itu dan tidak benar ada pembangunan patung besar.
“Yang ada itu adalah bahwa patung yang akan dibangun tersebut berada ditempat atau rumah ibadah mereka nantinya dan tidak sebesar apa yang beredar di masyarakat tidak benar dan terlalu dibesar besarkan,” pungkas Mulkan.













