Pewarta : Awing
Korsn SINAR PAGI, Jeneponto,-Rutinitas keseharian petani rumput laut mengikat rumput laut dikolong rumah. Gambaran Warga masyarakat Dusun Monroloe, Desa Kampala. Kegiatan bertani rumput laut mampu meningkatjan tarap hidup mereka, jika sebelumnya mereka bertani bawang merah. Namun bertahun tahun bertani menanan bawang merah, selalu rugi.dan tak satupun warga dusun tersebut merantau di kampung orang, pasalnya sebagai petani pun sudah dapat memberikan solusi untuk hidup sehari-hari.
Sudah beberapa waktu mereka mencoba tani rumput yang lama masa panennya 40 hari dan setelah kering harganya Rp 20.000,- ribu/kg.
Dari kegiatan bertani rumput laut ini peningkatan kemampuan ekonomi dirasakan oleh petani Seperti disampaikan salah satu warga, Ilyas, yang ditemui ditempat kegiatan bertaninya.
Ilyas mengatakan, bahwa satu tahun terakhir rumput laut kering ini sangat menjanjikan bagi petani, “karena harganya saat ini dibilang mahal.dibanding tahun 2016 yang hanya Rp 5000/kg, dengan harga seperti itu kehidupan petani rumput laut sangat meningkat,” ujar Ilyas.
Lebih jauh Ilyas mengatakan, sejumlah pedagang berlomba lomba masuk ke desa Kampala “ini karena kualitas rumput lautnya sangat bangus dan keringnya berkadar air 35 persen,” pungkas Ilyas
