Pewarta:Awing.Spd
Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Meski dengan keterbatasan dan kekurangan fasilitas olah raga, tidak menyurutkan prestasi yang diraih SMAN 8 Turareta, di bidang olah raga. Berkat seorang guru sekaligus Wakasek Penjas Sahabuddin,spd dalam mendidik dan melatih siswanya.
Hal itu, dibuktikan dengan banyaknya Piala dan Medali dari berbagai cabang olahraga yang telah dia bina dan dilatih secara intensif, seperti halnya cabang Karate, Lompat Jauh, Lari 100 Meter bahkan olah raga tradisional bangsa Indonesia Pencak Silat.
Saat tim liputan Media KSP, sambangi Kantor SMAN 8 Turareta, di Langkura, Turareta Kabupaten Jeneponto. Senin (15/04/2019), lalu.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 8 Turareta, Sahabuddin,Spd berharap, pemerintah Kabupaten Jeneponto dapat lebih apresiatif dalam memberikan suport terhadap siswa berprestasi, khususnya bidang olah raga di sekolah.
“Jujur, saya kecewa terhadap Pemkab Jeneponto, hingga saat ini belum ada bantuan kongkrit yang dirasa baik oleh atlite ataupun pelatih saat kami juara, kami berharap pemerintah segera tanggap dan mensikapinya,” harapnya.
Seharusnya, kata dia, Pemerintah kab. Jeneponto lebih obyektif dalam menghargai atlite, seperti halnya di SMAN 8 turareta. Lanjut dia, kurang diperhatikan.
“Disini, mereka atlite ada yang juara tingkat provinsi, minimal uang ganti transport dan akomodasi di berikan, mereka itu kan generasi penerus yang kelak menjadi pahlawan bangsa di bidang olah raga, seharusnya pemerintah lebih proaktif, tidak hanya jadi penonton, sementara anak dituntut prestasi,” kata dia.
Meski demikian, Wakasek Penjas SMAN 8 Turate, Sahabuddin,Spd tetap optimis anak asuhnya mampu untuk tetap berprestasi.
“Tidak ada kata mundur, saya optimis anak – anak tetap semangat untuk menjadi yang terbaik, meski dengan segala keterbatasan. Garuda tertanam dalam benak mereka untuk tetap mengharumkan kabupaten Jeneponto bahkan bangsa Indonesia di kancah Internasional,” tandas dia.****













