Pewarta : Jeky
Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Record Holders Republic (RHR) sebuah organisasi pencatat rekor dunia disamping Guinness World Records atau The Guinness Book of Records, merupakan pencatat rekor dunia yang justeru didirikan oleh orang – orang yang pernah memecahkan rekor dunia di The Guinness Book of Records.
“Para pemecah rekor dunia di The Guinness Book of Records itu merasa prihatin karena berawal banyaknya menerima keluhan dari para kreator untuk pemecahan record dunia yang begitu lama untuk dicatat di record The Guinness World Record, hingga para pemecah record itu bergabung untuk mendirikan wadah bernama RHR yang juga organisasi pencatat rekor dunia”, tutur Lia Mutisari, Vice President RHR Indonesia, kepada koransinarpagijuara.com, di gedung Srimanganti, Kamis (25/04/19).
Jadi, ujar Lia, selain The Guines Book of Records kini pun ada organisasi pencatat rekor dunia lainya yaitu RHR, “Kalau MURI kan itu tingkat nasional, maka RHR dan The Guinness Book of Records itu tingkat dunia”, jelasnya.
Dijelaskan Lia, RHR berkantor pusat di New York Amerika Serikat, “Founder RHR adalah Mr.Dean Cloud dari Inggris sedangkan President nya Dr.David Admovic dari Amerika”, tukasnya.
RHR didrikan sejak tahun 2001 di Amerika Serikat, sedangkan Indonesia mengenalnya sejak tahun 2007, sementara Lia Mutisari bergabung di organisasi itu sejak 10 April 2017 yang awalnya ditunjuk oleh Dr.David Admovic sebagai ajudicators RHR dan kemudian pada 15 Desember 2017 mengangkatnya menjadi Vice President RHR untuk Indonesia.
“Jadi kalau ada pemecahan record yang diajukan oleh creator, maka saya langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penilaian acara itu”, ucap Lia.
Ada tiga patokan untuk menentukan pemecahan rekor, yaitu dari segi ukuran, jumlah, dan kecepatan, “Untuk peringatan Saabad Lingga Sumedang, berarti dari segi jumlah yang serba 100, dimeriahkan 100 rurukan, 100 tokoh, 100 tumpeng, 100 cai kahuripan, dan 100 pusaka”, katanya.
Diakui Lia, sudah berbagai rekor dunia yang dicatatkan di RHR bahkan sudah ribuan, terbaru jelasnya, di Kabupaten Subang Jawa Barat di tahun 2017, ada 3 (tiga) pemecahan rekor dunia dalam sehari, “Pertama rekor dunia seorang perempuan yang menarik mobil dengan gigi sepanjang 50 meter memecahkan rekor dunia sebelumnya dari negara Tiongkok juga seorang perempuan yang menarik mobil dengan gigi sepanjang 3 meter, kedua pemecahan rekor golok terpanjang dan terbesar 12,16 meter dari 7 meter sebelumnya di daerah Banten, dan ke tiga orang berguling diatas duri salak sepanjang 100 meter”, terangnya.
Sebelumnya pun didaerah pesisir pantai Kalimantan, dikatakan Lia, pernah dilakukan pemecahan rekor dunia pengibaran bendera merah putih tertinggi dan terbesar.
RHR pun kini sudah berkembang dan ada cabangnya dibeberapa negara, “Selain di London Inggris, dan New York Amerika, juga cabang RHR ada di India, Georgia, Germany, termasuk di Indonesia, dan target ke depan lagi dikembangkan di Asia termasuk Australia dan China”, tuturnya.













