Ragam

Diduga Material Amburadul Warga Menjerit Pendamping Kabur

adminsigiku.com
×

Diduga Material Amburadul Warga Menjerit Pendamping Kabur

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI,Kab.Tulungagung,- Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Tulungagung juga ikut dirasakan oleh warga Kecamatan Tanggunggunung. Beberapa warga penerima bantuan di beberapa Desa dikecamatan tersebut mengeluhkan hal yang sama seperti Kecamatan Kauman. Bahkan perangkat desa tidak bisa berbuat banyak. Menurut para perangkat yang ditemui masukan dari penerima bantuan sudah diteruskan ke pendamping masing-masing.

Kalau tanya ke pendamping pasti jawabnya sudah diselesaikan dan sudah tidak ada masalah”ujar salah satu perangkat.
Beberapa penerima bantuan ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan hal yang sama.

Menurut mereka dari awal bahan bangunan yang datang sebagian besar kualitasnya mengecewakan.
Sudah disampaikan ke pendamping agar diganti dengan kualitas yang lebih baik namun sama pendamping tidak dianggap dan tidak pernah muncul saya mau laporan kemana saya bingung” kata beberapa warga sambil menunjukkan tumpukan batako, pasir, batu pecah, dan besi.

Masih menurut penerima bantuan pasir yang dikirim kandungan lumpur masih terlalu tinggi, batako mudah hancur, batu pecah dicampur dengan batu apung(gombong).

Banyak warga penerima bantuan yang akhirnya memilihi satu persatu batako yang agak layak agar pembangunan bisa dilakukan.
Bahkan ada warga penerima bantuan yang diiming-imingi oleh pendamping ketika komplain terkait hal itu.
Pakai saja batako yang ada nanti semennya ditambah”kata warga menirukan jawaban pendamping.

Apalagi menurut mereka alasan yang dipakai selalu sama. Semua bahan sudah sesuai dengan spesifikasi”kata warga menirukan alasan yang dipakai para pendamping ketika menanggapi protes warga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diameter besi yang didatangkan juga menjadi sorotan beberapa pekerja yang mengerjakan. Meskipun besinya sudah SNI tapi diameternya tidak sesuai dengan tulisan “kata salah satu pekerja sambil mengukur diameter besi dengan alat ukur.Menurut mereka diameternya kurang semua.

Hanya bagi warga penerima bantuan yang berani protes akhirnya diganti meskipun tidak semuanya, yang tidak berani protes kepada pendamping tidak diganti “pungkas penerima bantuan